Bank Asing Disebut Beri Bunga Rendah Danai Akuisisi Freeport

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 11:29 WIB
Bank Asing Disebut Beri Bunga Rendah Danai Akuisisi Freeport Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengaku banknya batal beri kredit ke PT Inalum untuk membiayai divestasi saham Freeport. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan batal memberikan fasilitas kredit US$500 juta ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum untuk membiayai pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan keputusan tersebut diambil karena banknya tak bisa bersaing dengan bank asing yang menawarkan tingkat bunga kredit yang lebih rendah dan menarik kepada Inalum.

Baiquni tidak menjelaskan berapa besaran bunga yang bisa ditawarkan bank asing. Namun, salah satu bank yang menawarkan kredit ke Inalum, disebut memasang bunga sebesar 4 persen.



"Dengan tawaran tersebut, sulit bagi kami kalau harus bersaing dengan bank-bank global. Berat bersaingnya," ujar Baiquni di kantornya, Rabu (18/7).

Menurut Baiquni, daripada BNI bersaing dengan bank asing untuk memberikan bunga rendah untuk Inalum, lebih baik kredit tersebut diberikan ke pihak lain dengan bunga yang sesuai standar pasar.

Penyaluran kredit tersebut menurutnya jauh lebih menguntungkan bagi bank.

"Apalagi kan sekarang kami tidak diwajibkan untuk biayai itu (Inalum). Kami dibebaskan, diberi keleluasaan untuk kalau mau biayai, silakan. Kalau tidak, silakan," terangnya.


Di sisi lain, ia meyakini bahwa Inalum pun tentu akan lebih memilih sumber dana yang murah, sehingga tak memberatkan bagi mereka ke depannya. Untuk itu, tawaran dari para bank asing bisa dimanfaatkan oleh Inalum.

Selain masalah persaingan, Baiquni mengatakan pembatalan pemberian fasilitas kredit ke Inalum juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan saat ini.

Sebelumnya, BNI mengaku akan bergabung dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan kredit sindikasi untuk membantu Inalum mendapatkan 51 saham Freeport. Mereka berencana memberi kredit US$1,5 miliar kepada Inalum.

(agt/agt)