Inalum Kebut Tindak Lanjut Perjanjian Awal Akuisisi Freeport

SAH, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 19:11 WIB
Inalum Kebut Tindak Lanjut Perjanjian Awal Akuisisi Freeport Proses penandatanganan nota pendahuluan perjanjian divestasi PT Freeport Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bakal menyelesaikan tiga kesepakatan tindak lanjut perjanjian awal (Head of Agreement/HoA) pengambilalihan saham Freeport McMoran dan Rio Tinto pada PT Freeport Indonesia akan diselesaikan secepatnya.

Head of Corporate Communication PT Inalum Rendy Achmad Witular mengatakan tiga langkah lanjutan itu berupa perjanjian jual beli saham (sales purchase agreement), perjanjian pertukaran (exchange agrrement), dan perjanjian pemegang saham (share holders agreement) akan diselesaikan secara paralel.

Dalam HoA disebutkan, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi waktu 60 hari atau dua bulan kepada Freeport-McMoran, Inalum, dan Rio Tinto untuk menyelesaikan proses divestasi.



Dengan demikian, pihaknya mengaku bakal berusaha menyelesaikan ketiga langkah lanjutan secepatnya.

"Semua selesaikan secara paralel, kapan waktunya inginnya secepatnya, tapi kalau berdasarkan itu (HoA) kan akhir tahun. Tidak ada perjanjian resmi harus selesai akhir tahun," terangnya di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (23/7).

Kendati belum mengikat, Rendi mengatakan HoA layaknya secercah cahaya untuk mengakuisisi Freeport. Pasalnya hal terberat dalam divestasi Freeport kini sudah selesai dengan adanya HoA, yakni kesepakatan harga dan struktur transaksi.


"HoA ini jangan terjebak kontrovesi ikat mengikat. Kami melihat ibaratnya di dalam perjalanan itu gelap tidak pernah terlihat ujungnya di mana. HoA ini secercah cahaya memberikan harapan ada jalan keluarnya itulah yang kita anggap HoA," paparnya.

Dalam kesepakatan HoA disebutkan Inalum dapat menjadi pemilik saham mayoritas Freeport dengan menggenggam 51 persen perseroan jika menyerahkan dana senilai US$3,85 miliar. Rinciannya, sebanyak US$3,5 miliar untuk Rio Tinto, dan sisanya untuk Indocooper Freeport.


Akuisisi Jadi Jalan Terakhir

Pengamat ekonomi Fahmi Radhi mengatakan akusisi 51 persen saham Freeport merupakan satu-satunya jalan untuk menguasai perusahaan tambang asal negeri Paman Sam itu.

Tanpa perlu menguasai 100 persen saham Freeport, pemerintah melalui Inalum dapat menjadi penentu keputusan dalam mengambil langkah-langkah korporasi yang menguntungkan negara.

"Tapi kita menjadi mayoritas, lazimnya pemegang saham mayoritas bisa mengambil keputusan dalam rapat pemegang saham," ujar dia.

Sedangkan, terang Fahmi, nasionalisasi bukan cara yang baik untuk menguasai Freeport, karena Indonesia bakal mendapat banyak tekanan dari AS. (lav/lav)