Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Penerimaan Negara Sektor Migas

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 11:13 WIB
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Penerimaan Negara Sektor Migas Aktivitas kilang di sektor hulu minyak dan gas. (ANTARA FOTO/HO/Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai kenaikan harga minyak dunia berhasil mendongkrak penerimaan negara di sektor minyak dan gas (migas).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan Pajak Penghasilan (Pph) migas hingga akhir Juni 2018 tumbuh 9,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp30,06 triliun. Nilai tersebut sudah setara dengan 78,84 persen target yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 38,13 triliun.

"Terjadinya peningkatan ini ditopang dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut mengerek pergerakan Indonesian Crude Price (ICP)," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi. Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/7).



Rata-rata ICP pada semester I 2018 tercatat sebesar US$66,6 per barel, lebih tinggi dibandingkan rata-rata ICP pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$48,9 per barel.

Kinerja positif juga terlihat dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) migas sepanjang Semester I 2018.

Realisasi penerimaan SDA Migas sepanjang Januari-Juni 2018 mencapai Rp58,75 triliun atau 73,12 persen dari target APBN 2018. Realisasi tersebut melonjak 47,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, tingkat realisasi PNBP Minyak Bumi telah mencapai 98,60 persen dari target APBN Rp59,58 triliun.

Tak hanya di sektor migas, penerimaan dari sektor pertambangan dan batu bara (minerba) juga moncer sepanjang paruh pertama 2018.


Realisasi PNBP SDA Non Migas dari pertambangan minerba tercatat tumbuh 29,09 persen menjadi Rp16,35 triliun atau 70,12 persen dari target APBN 2018, Rp23,32 triliun.

Terkereknya raupan PNBP SDA Non Migas disebabkan oleh meningkatnya rata-rata harga batubara acuan (HBA) pada periode Januari-Juni 2018 yang mencapai US$96,50 per ton, lebih tinggi dibandingkan HBA Januari-Juni 2017 yang sebesar US$82,21 per ton.

Khusus untuk pertambangan, capaian realisasi PNBP tengah tahun ini mencapai 78,19 persen atau sebesar Rp12,96 triliun dari target APBN, Rp17,858 triliun.

Menurut dia, pulihnya aktivitas perekonomian global turut membantu penguatan atas pertumbuhan komoditas sektor energi dan mineral di tanah air.


"Geliat perekonomian ini membawa dampak positif pada sumbangsih sektor ESDM pada kinerja neraca keuangan negara hingga semester I tahun 2018," ujar Agung.

Melihat pertumbuhan dan pencapaian sektor ESDM pada semester I yang di atas rata-rata dibandingkan sektor lainnya, Kementerian ESDM optimistis target penerimaan negara dari sektor ESDM akan tercapai hingga akhir tahun nanti. (lav/lav)