Tiga Perusahaan Ogah Kelola Lagi Blok Makassar Strait

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 03:22 WIB
Tiga Perusahaan Ogah Kelola Lagi Blok Makassar Strait Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/HO/Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas (migas) Bumi Makassar Strait. Hal ini lantaran tiga perusahaan minyak, yakni PT Chevron Indonesia, PT Pertamina dan Sinopec tak berminat lagi mengajukan perpanjangan kontrak kerja sama.

Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan lelang ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini. "Tiga bulan," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (12/70.

Chevron, Pertamina dan Sinopec saat ini mengelola WK Migas Makassar Strait. Chevron memiliki hak kelola di WK Makassar Strait sebesar 72 persen, Sinopec 18 persen, dan sisanya dimiliki oleh Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE).



Kontrak pengelolaan ketiganya di WK Makassar Strait akan habis pada 2020 mendatang. Tapi ketiga perusahaan tersebut memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja sama lagi.

Djoko mengatakan faktor keekonomian merupakan alasan ketiga perusahaan migas tersebut enggan memperpanjang kontrak Makassar Strait.

Sebagai informasi WK Makassar Strait telah dikeluarkan dari proyek pengembangan laut dalam (Indonesian Deep water Development/IDD) agar tidak mempengaruhi keekonomian WK lainnya yang termasuk dalam proyek tersebut.

"Dia (Makassar Strait) satu paket dengan (WK) Rapak dan Ganal. Kalau ini digabung, keekonomian yang dua ini menjadi berkurang. Nah supaya tidak berkurang NPV-nya(Net Present Value), ini (Makassar Strait) dilepas," katanya. 


Djoko berharap lelang tersebut nantinya bisa memancing minat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), khususnya yang sudah memiliki fasilitas di dekat lokasi WK, seperti ENI Muara Bakau BV yang saat ini mengelola Lapangan Jangkrik.

"Kan Jangkrik ada dekat situ, dia tinggal pasang pipa aja. Mungkin bagi ENI murah. Kita tidak tahu. Ini kan belum dilelang," katanya.

Kepala Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, menambahkan, WK Makassar Strait termasuk blok yang paling kecil potensi migasnya dibandingkan WK Rapak dan Ganal. Dengan dikeluarkannya Makassar Strait dari proyek IDD, tidak akan berpengaruh terhadap rencana kerja blok-blok tersebut.

(agt/agt)