Rayu Eksportir Taruh Valas, Bank Mandiri Kerek Bunga Deposito

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 11:56 WIB
Rayu Eksportir Taruh Valas, Bank Mandiri Kerek Bunga Deposito Direktur Utama Bank Mandiri Kantika Wirjoatmodjo menyatakan banknya sudah menaikkan bunga deposito valuta asing (valas) untuk menarik eskportir memarkirkan dana mereka di dalam negeri. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menyatakan telah mengerek suku bunga deposito valuta asing (valas) untuk menarik eskportir agar memarkirkan devisa hasil ekspor (DHE) yang biasanya dalam bentuk dolar AS di dalam negeri.

Direktur Utama Bank Mandiri Kantika Wirjoatmodjo mengungkapkan, sejak dua minggu lalu, perseroan telah menawarkan suku bunga deposito valas sebesar 2,5 hingga 2,75 persen per tahun untuk transaksi negosiasi dengan nominal besar.

Sementara untuk transaksi di counter, suku bunga yang ditawarkan berada bawah level tersebut.


"Namanya pengusaha, mereka akan membandingkan imbal menempatkan valas di dalam dan luar negeri. Jadi dengan ini kami coba semaksimal mungkin memberi tawaran menarik agar mereka mau menempatkan valas di dalam negeri," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (30/7).


Sebelumnya, rata-rata suku bunga valas deposito domestik hanya ada di kisaran 0,75 persen, tertinggal dari imbal hasil yang ditawarkan oleh negara tetangga.

Tiko mengungkapkan, selain imbal hasil, tingginya volatilitas kurs juga membuat eksportir menahan diri untuk melepaskan valas yang disimpan di luar negeri.

Per harinya, lanjut Tiko, perseroan menerima transaksi jual valas sekitar US$150 juta.

Karena itu Tiko mengatakan, sekadar menaikkan suku bunga valas saja tak cukup membuat eksportir melepaskan atau menaruh valasnya di dalam negeri.



Menurutnya, perlu ada instrumen yang bisa memberikan kepastian bagi eksportir bahwa keuntungan jika menaruh valas mereka di dalam negeri akan lebih besar dibandingkan jika ditaruh di luar negeri.

"Apakah nanti mesti ada fasilitas forward yang memberikan keyakinan pada eksportir bahwa keuntungan yang mereka dapatkan dari deposito ini benar-benar sesuai atau sama dengan kalau mereka taruh di luar negeri," ujarnya.

Sebagai informasi, pekan lalu, Presiden Joko Widodo menginginkan eksportir membawa pulang DHE yang selama ini terparkir di luar negeri ke Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk memupuk cadangan devisa agar bank sentral lebih leluasa dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak eksternal.

(agt/agt)