BI Sebut Konsumen Hemat Rp17,77 Miliar dengan Penerapan GPN

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 09:09 WIB
BI Sebut Konsumen Hemat Rp17,77 Miliar dengan Penerapan GPN kartu debit berlogo GPN. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengklaim konsumen bisa berhemat hingga Rp17,77 miliar per hari melalui program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Hal ini seiring dengan penurunan biaya transaksi di mesin EDC toko atau merchant discount rate (MDR) pada kartu ATM berlogo GPN.

Deputi Direktur Elektronifikasi dan GPN BI Aloysius Donanto mengatakan tarif MDR yang ditanggung oleh merchant atau pedagang sebelum menggunakan logo GPN sebesar 1,6-2,2 persen dan setelah ada logo GPN menjadi hanya 1 persen.

"Sebelum ada logo GPN, transaksi sehari sampai Rp25 miliar, setelah ada GPN turun jadi Rp7,25 miliar. Jadi ada penghematan sebesar Rp17,77 miliar untuk konsumen," ungkap Aloysius, Senin (30/7).



Menurut Aloysius, nilai transaksi interkoneksi debit sejak Desember 2017 sampai saat ini secara rata-rata naik 107,48 persen per bulan. Dengan demikian, kata Aloysius, rata-rata transaksi debit per harinya mencapai Rp17 triliun.

"Proporsi transaksinya 5 persen off us dan 95 persen on us. Untuk transaksi on us setelah GPN ini hanya dikenakan 0,15 persen dan off us 1 persen," papar Aloysius.

Sementara itu, total transaksi melalui kartu ATM berlogo GPN sejak Oktober 2017-Juni 2018 tercatat sebesar Rp11,58 triliun. Saat ini, lebih dari 60 perbankan yang sudah menerapkan GPN.


"Pada Oktober 2017 bank yang siap transaksi dengan GPN hanya lima, jadi memang bertahap," jelas Aloysius.

Secara keseluruhan, ia mengklaim transaksi dengan kartu ATM berlogo GPN akan lebih aman, karena penyelesaian transaksi dilakukan di Indonesia. Walhasil, tidak ada data yang diproses di luar negeri.

"Lalu ada penurunan biaya, perluasan gerakan nontunai, lalu inovasi dan kompetisi yang sehat," pungkas Aloysius.

(lav/lav)