Petrochina Mundur, WK South Jambi Bakal Dilelang Awal Agustus

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 20:13 WIB
Petrochina Mundur, WK South Jambi Bakal Dilelang Awal Agustus Wakil Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal kembali melelang kontrak Wilayah Kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) yang masa kontraknya akan berakhir terminasi pada pekan pertama Agustus 2018.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar merinci, setidaknya ada tiga WK migas terminasi yang akan dilelang.

Pertama, WK South Jambi B yang masa kontraknya akan habis pada 2020. Kontraktor pengelola saat ini adalah ConocoPhillips dengan hak kelola 45 persen, Petrochina (30 persen), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) (25 persen).



Sejak awal, ConocoPhillips dan PHE telah menyatakan tidak akan memperpanjang kontraknya. Sementara, PetroChina sempat mengajukan minat. Namun, di perjalanan, perusahaan asal China tersebut mundur. Sayangnya, Arcandra tak merinci alasan Petrochina itu urung memperpanjang kontraknya.

"Itu keputusan mereka (Petrochina). Jadi kami lelang," ujar Arcandra di kantor Kementerian ESDM, Senin (30/7).

Dalam wawancara terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Djoko Siswanto sebelumnya pernah menyatakan PetroChina harus menyelesaikan masalah internal dalam hal penyelesaian administrasi dengan induknya, perusahaan pelat merah China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).


"Sama lah kayak BUMN di sini, juga perlu proses administrasi yang agak panjang," ujar Djoko, Rabu (11/7) lalu.

WK Migas kedua, pemerintah akan melelang WK Makassar Strait yang masa kontraknya akan habis pada 2020. Saat ini, Blok Makassar Strait dikelola oleh Chevron Makassar Ltd yang tidak ingin memperpanjang kontraknya.

"Kami siapkan terms and condition dan kriterianya. Cepat kok, awal minggu pertama Agustus kami lelang," ujarnya.

Terakhir, Kementerian ESDM akan melelang WK Selat Panjang di Riau yang kontraknya akan habis pada 2021. Pemerintah memutuskan untuk melelang karena kontraktor eksisting, Petroselat, dinyatakan pailit.

Selain ketiga WK migas tersebut, pemerintah juga akan melelang beberapa WK Migas lain dalam lelang reguler. Namun, Arcandra enggan merincinya.

"Namun, yang siap dan punya data yang cukup adalah tiga WK itu (Makassar Strait, South Jambi B, Selat Panjang)," ujarnya.


Kementerian ESDM ingin segera melelang WK terminasi sebelum masa kontrak habis dari jauh hari. Pasalnya, pemerintah ingin komitmen investasi tersebut bisa terealisasi sebelum masa kontrak eksisting habis. Dengan demikian, percepatan laju investasi hulu migas bisa tercapai.

Sebagai catatan, berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), realisasi investasi di sektor hulu migas per semester I 2018 baru mencapai US$3,9 miliar. Realisasi tersebut setara dengan 27 persen target pemerintah tahun ini yang dipatok US$14,2 miliar. (lav/lav)