Mereka memperkirakan bahwa kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi 2018 hanya akan berada di kisaran 5,2-5,3 persen.
Kapala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa perkiraan tersebut didasarkan pada realisasi pertumbuhan semester I 0218 yang hanya mampu mencapai 5,17 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi kata Suhariyanto, topangan yang diberikan oleh konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV kemungkinan besar tidak akan sebagus kuartal II.
Suhariyanto mengatakan bahwa topangan tersebut tidak akan didapatkan lagi pada kuartal III dan IV nanti.
"Ke depan tidak akan kuat lagi, kecuali kuartal IV yang ada Natal dan tahun baru," katanya.
Selain itu kata Suharyanto, pertumbuhan ekonomi semester II juga kemungkinan besar masih akan terbebani oleh kondisi ekonomi China dan Amerika; pasar ekspor terbesar Indonesia.
"Ekspor masih akan terpengaruh, sehingga berat," katanya.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen. Dengan pertumbuhan tersebut, secara kumulatif pertumbuhan semester I 2018 hanya 5,17 persen.