Sri Mulyani Malu Rasio Pajak Indonesia Rendah

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 21:40 WIB
Sri Mulyani Malu Rasio Pajak Indonesia Rendah Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku malu dengan rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang masih di bawah 12 persen.

Sri Mulyani bercerita, saat menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia beberapa tahun lalu, ia ikut mengkategorikan rasio pajak di 186 negara ke dalam kelompok negara berpendapatan maju, menengah, dan  rendah. Di liga mana pun, rasio pajak Indonesia terbilang rendah.

Ia juga bercerita, besama rekannya sempat mempertimbangkan penetapan batas minimal (threshold) rasio pajak sebesar 15 persen.



"Waktu saya pulang lagi ke Indonesia dan menemui bahwa rasio pajak kita masih di bawah 12 persen saya kan menjadi malu ngomong sama teman-teman di sana (Bank Dunia) bahwa Indonesia, negaranya Direktur Pelaksana, tax ratio-nya 12 persen," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (6/8).

Untuk itu, Sri Mulyani menegaskan pemerintah tak akan berdiam diri membiarkan rendahnya rasio pajak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan reformasi di sektor pajak secara menyeluruh mulai dari regulasi, Sumber Daya Manusia (SDM), hingga teknologi dan informasi.


Sri Mulyani juga sempat berkelakar bahwa upayanya untuk mempopulerkan pajak telah berhasil. Pasalnya, kebanyakan masyarakat mengatakan telah membayar pajak saat mengajaknya swafoto (selfie).

"Saya senang, sekarang, setiap saya pergi ke mana-mana kalau ada orang di dekat minta selfie sama saya, paling tidak mengatakan 'Bu, saya sudah bayar pajak loh', sebelum 'Boleh tidak Bu minta selfie'," candanya.

Sebagai informasi, tahun ini, pemerintah menargetkan tax ratio mencapai 11,6 persen atau meningkat 0,9 persen dibandingkan tahun lalu. (agi/agi)