Analis Sebut Pasar Lebih Positif Sambut Jokowi-Ma'ruf

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 21:30 WIB
Analis Sebut Pasar Lebih Positif Sambut Jokowi-Ma'ruf Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah analis pasar modal menilai pelaku pasar lebih positif dalam menyambut pasangan Calon (paslon) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Seperti diketahui, kubu Jokowi dan Ma'ruf Amin akan melawan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pilpres tahun depan.

Nama Ma'ruf Amin terbilang memberikan jaminan kepada masyarakat sekaligus pelaku pasar jika proses pilpres akan berlangsung dengan aman.


Sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN), Ma'ruf Amin tentu disegani oleh banyak pihak. Dengan latar belakang agama Islam yang kuat, keputusan Jokowi untuk menggandeng Ma'ruf Amin juga dinilai akan mematahkan opini publik yang selama ini menyebut Jokowi sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Jadi kemungkinan isu SARA tidak ada lagi," ungkap Direktur Investasi Saran Mandiri Hans Kwee kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).


Kemudian, sebagai petahana calon presiden 2019, banyak pihak yang berspekulasi Jokowi akan menyabet kembali jabatannya sebagai presiden periode 2019-2024.

"Kalau gitu proyek-proyek infrastrukturnya masih akan berlanjut, infrastruktur itu kan sektor yang sangat produktif," ucap Hans.

Melalui proyek infrastruktur, berbagai sektor usaha penyokongnya berpotensi ikut terdongkrak, seperti produsen beton hingga semen.

Di sisi lain, Ma'aruf Amin juga akan mempengaruhi perkembangan ekonomi syariah di dalam negeri. Misalnya saja, ia bisa mendorong beberapa perusahaan bank syariah yang belum menjadi perusahaan publik untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Beberapa bank syariah yang ada di Indonesia, yakni PT BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank Mega Syariah.

"Kemudian untuk saham syariah bisa juga ikut terdampak," sambung Hans.

Setali tiga uang, Analis Henan Putihrai Liza C Suryananta menilai pelaku pasar domestik dan asing lebih percaya dengan upaya Jokowi dalam mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Pilpres itu sesuatu lah untuk pelaku pasar, mereka menginginkan pertumbuhan ekonomi," kata Liza.

Kendati demikian, Liza masih pesimis dengan impian Jokowi terkait pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai tujuh persen. Sebab, jumlah investasi masih menurun.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen dan semester I 2018 sebesar 5,17 persen.

"Tapi kalau dilihat probabilitasnya pelaku pasar juga lebih percaya Jokowi," jelas Liza.

Secara keseluruhan, Analis Phintraco Sekuritas Rendy Wijaya berpendapat masing-masing kubu tetap memiliki keunggulan masing-masing.

Untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai akan membuat program kerja yang lebih mendukung untuk kemajuan pengusaha. Sementara, Jokowi-Ma'aruf Amin akan meneruskan fokus pemerintahan saat ini dalam pembangunan infrastruktur.

"Tapi mungkin ya pasar lebih antisipasi kubu Jokowi karena beliau petahana ya," pungkas Rendy. (agi/agi)