Jakarta, CNN Indonesia --
Perbankan di China tercatat menyalurkan kredit baru pada Juli mencapai 1,45 triliun yuan atau sekitar Rp3.081 triliun (kurs Rp2.125 per yuan).
Dikutip dari
Reuters, data kredit yang dirilis
China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC) tersebut berada di atas ekspektasi para analis. Hal ini seiring dengan upaya regulator memompa likuiditas ditengah perlambatan ekonomi.
Survei yang dilakukan Reuters pada 36 analis sebelumnya memperkirakan penyaluran kredit baru hanya akan mencapai 1,2 triliun yuan, lebih rendah dari bulan sebelumnya 1,84 triliun yuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data CBIRC, kredit baru China tersebut naik 623,7 miliar yuan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Perbankan China, menurut CBIRC juga telah memangkas kredit macet mencapai 800 miliar yuan. Jumlah ini lebih banyak dari 166,5 miliar yuan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada akhir Juni, rasio kecukupan modal bank komersial adalah 13,52 persen dan rasio kecukupan modal inti tier 10,57 persen.
Beijing sebelumnya tengah memberangus sebagian besar layanan jasa keuangan pinjam meminjam guna mengurangi risiko lebih luas pada sektor keuangan China.
(reuters)