Tahun Depan, Jokowi Suntik PLN Rp10 Triliun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 09:49 WIB
Tahun Depan, Jokowi Suntik PLN Rp10 Triliun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilegon.(CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp10 triliun pada tahun depan.

Berdasarkan dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2019, kucuran PMN diberikan guna memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha PLN. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan pendanaan PLN dalam membiayai pembangunan ketenagalistrikan.

"Rencana peruntukkan dana PMN PLN dalam RAPBN 2019 sebesar Rp10 triliun dialokasikan untuk progam listrik pedesaan, transmisi, dan gardu induk," ujar dokumen tersebut, seperti dikutip Sabtu (18/9).



Program listrik pedesaan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi danmencapai target rasio elektrifikasi sekitar 97 persen pada tahun 2019.

Ketersediaan infrastruktur ketenagalistrikan, menurut dokumen tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produksi, perdagangan, dan kegiatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Dengan demikian, diharapkan efek pengganda melalui peningkatan serapan tenaga kerja, peningkatan pajak, dan peningkatan ekonomi di sektor riil.


Menteri ESDM Iganatius Jonan sebelumnya juga menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih belum pulih

Untuk memastikan hal tersebut, pemerintah antara lain telah mengeluarkan kebijakan penyediaan batu bara di dalam negeri untuk proyek ketenagalistrikan (Domestic Market Obligation) dan harga batu bara khusus bagi PLN. Saat ini, harga batu bara khusus ditetapkan sebesar US$70 per ton, di atas harga pasar yang mencapai sekitar US$100 per ton. (agi/agi)