Dana Sawit Terhimpun Rp6,4 Triliun, 70 Persen Buat Insentif

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 14:49 WIB
Dana Sawit Terhimpun Rp6,4 Triliun, 70 Persen Buat Insentif Dana pungutan ekspor kelapa sawit terhimpun Rp6,4 triliun. Namun, realisasi penyaluran dananya 70 persen banyak mengalir untuk membayar insentif biodiesel. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) hingga semester pertama 2018 telah menghimpun dana pungutan ekspor kelapa sawit sebesar Rp6,4 triliun atau sekitar 58,7 persen dari target tahun ini, yakni Rp10,9 triliun.

Namun, realisasi penyaluran dananya baru mencapai sekitar 70 persen atau Rp4,4 triliun. Direktur Utama BPDP-KS Dono Boestami mengungkapkan sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembayaran insentif biodiesel.

"Sampai dengan semester I 2018, BPDP telah memberikan insentif penyaluran biodiesel kepada sekitar 1,1 juta kiloliter (kl)," ujarnya saat menghadiri Seminar Nasional Sawit Indonesia di Hotel Borobudur, Senin (20/8).


Sayangnya, ia tak merinci besar nominal penggunaan dana yang dialokasikan untuk pembayaran insentif.

Selain itu, sisanya, digunakan untuk kepentingan pengembangan industri sawit, seperti peremajaan perkebunan, pelatihan dan pengembangan petani, riset dan pengembangan, serta promosi dan advokasi.

Terkait peremajaan perkebunan kelapa sawit, realisasinya masih minim dimana per akhir Juni 2018, realiasi peremajaan perkebunan baru mencakup 5.384 kebun seluas 12.063 hektare atau senilai Rp288 miliar. Padahal, hingga akhir tahun, pemerintah menargatkan peremajaan perkebunan kelapa sawit mencapai 180 ribu hektar.


Dono mengingatkan wewenang untuk memberikan rekomendasi kebun yang diremajakan berada di tangan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Selain itu, lahan yang bisa diremajakan harus melalui tahap verifikasi legalitas. Misalnya, yang terkait dengan kepemilikan sertifikat lahan dan Izin Usaha Perkebunan.

Untuk itu BPDP-KS, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Keuangan berkoordinasi dalam melakukan percepatan penyaluran untuk peremajaan perkebunan.

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) BPDP-KS sepanjang 2016 hingga 2018 telah melakukan pelatihan kepada 4.529 petani, 813 anak petani, 930 buruh SMK Perkebunan, dan 540 anggota koperasi.


"Dalam periode yang sama kami telah memberikan beasiswa afiliasi kepada anak-anak kebun rakyat sebanyak 720 orang untuk mengikuti pendidikan di bidang perkelapasawitan," katanya.

Terkait penelitian pengembangan kelapa sawit, BPDP-KS telah mendanai 118 riset dari 37 universitas atau lembaga riset. Hasilnya, 101 publikasi ilmiah, 11 paten, dan tiga buku.

Lebih lanjut ia menuturkan sisa penggunaan dana digunakan BPDP-KS untuk ditempatkan pada instrumen investasi. Sepanjang Januari-Juni 2018 total hasil pengembangan dana BPDP-KS mencapai Rp380 miliar.


(bir)