FOTO: Tumpukan Uang Tak Berharga saat Krismon Venezuela

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 18:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Mata uang Venezuela semakin tak berharga. Pemerintah Venezuela berencana menghapus lima nol dari mata uangnya (redenominasi) untuk menahan hiperinflasi.

Ayam 2,4 kg dijual seharga 14,6 juta bolivar atau setara Rp33 ribu di pasar mini di Caracas, Venezuela, 16 Agustus 2018. Itu adalah harga yang berlaku di pasar informal lingkungan berpenghasilan rendah. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Tomat seberat 1 kg dijual seharga 5 juta boliver atau setara Rp11 ribu di pasar kecil di Caracas. Pemerintah Venezuela berencana menghapus lima nol dari mata uangnya (redenominasi) untuk menahan hiperinflasi. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Tisu toilet seharga 2,6 juta boliver atau setara Rp5.800. Mata uang Venezuela semakin tak berharga, namun tumpukan uang tunaipun sulit diperoleh. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Mentega 500 gr dihargai 3 juta boliver atau setara Rp6.700. Inflasi Venezuela tercatat mencapai 82.700 persen pada Juli 2018. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Daging 1 kg dihargai 9.5 juta boliver atau setara Rp21 ribu. Model ekonomi sosialis membuat kondisi Venezuela terus rontok. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Keju 1 kg seharga 7,5 juta boliver atau setara Rp17 ribu. Perubahan kebijakan dilakukan untuk mengatasi kekacauan ekonomi ketika pemerintah menghapus utang terbesar tanpa menyediakan penggantinya pada Desember 2016. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Tepung jagung 1 kg seharga 2,5 juta boliver atau setara Rp5.500. Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros mengatakan Venezuela merupakan korban perang ekonomi yang dipimpin oleh musuh politiknya. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Harga beras 1 kg di Venezuela hanya 2,5 juta boliver atau setara Rp5.500. Pemerintah Venezuela menilai redenominasi akan membawa stabilitas ekonomi ke negara tersebut. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Pasta 1 jg 2,5 juta boliver setara Rp5.500. Para pengkritik ekonomi menilai langkah pemerintah Venezuela tak lebih dari manuver akuntansi yang kurang efektif menahan kenaikan harga. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).
Harga popok bayi 8 juta boliver atau setara Rp18 ribu. Pemerintah dianggap menyalahkan inflasi sebagai biang keladi krisis ekonomi, padahal itu disebabkan kebijakan sosialis yang gagal dan pencetakan uang sembarangan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins).