Penyaluran LPG 3 Kg Diramal Bakal Lampaui Kuota APBN

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 20:12 WIB
Penyaluran LPG 3 Kg Diramal Bakal Lampaui Kuota APBN Gas LPG 3 Kg. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) bersubsidi tahun ini bakal melampaui kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sekitar 170 ribu metrik ton (MT) menjadi sekitar 6,62 juta MT. Proyeksi tersebut lebih tinggi sekitar 5 persen dari realisasi penyaluran tahun lalu yang mencapai 6,29 juta MT.

Direktur Pemasaran dan Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengungkapkan kelebihan penyaluran elpiji melom sebenarnya telah terjadi sepanjang Januari - Juli 2018.

"Realisasi penyaluran LPG 3 kg hingga Juli 2018 sebesar 3,759 juta MT atau over kuota 1,1 persen dari target proporsional Juli 2018," ujar Mas'ud saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR pada Selasa (28/8).



Konsumsi elpiji bersubsidi memang terus naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Pertamina, pada 2015 total penyaluran elpiji subsidi mencapai 5,57 juta MT. Selang setahun, konsumsi elpiji tumbuh 7,9 persen menjadi 6,04 juta MT. Tahun lalu, realisasi penyaluran elpiji bersubsidi mencapai 6,29 juta MT atau menanjak 4,8 persen secara tahunan.

Tahun depan, kuota LPG 3 kg pada Nota Keuangan 2019 ditetapkan sebesar 6,98 juta MT atau naik sekitar 5,4 persen dari proyeksi realisasi tahun ini. Kuota tersebut dibuat dengan asumsi tahun depan pemerintah belum memberlakukan kebijakan distribusi tertutup penyaluran elpiji.


Jumlah kuota elpiji 3 kg 2019 telah memperhitungkan kebutuhan hari raya keagamaan serta tambahan pengguna LPG 3 kg di tahun 2018, yaitu sebesar 531,13 ribu rumah tangga dan usaha mikro serta 25 ribu nelayan.

Kuota tersebut juga dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5 persen. (agi/agi)