Maklum, beras selama ini cukup sensitif bagi kehidupan masyarakat. Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap harga beras naik 10 persen, jumlah masyarakat miskin bisa bertambah 330.031 orang.
"Jadi kami sudah minta Bulog untuk siapkan operasi pasar, dan nanti pedagang pasar jual beras Bulog dengan margin yang cukup," ujar Enggartiasto usai menghadiri Rapat Koordinasi Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (6/9).
Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengakui selama ini realisasi operasi pasar beras masih minim. Dari target operasi sebanyak 15 ribu ton per hari, Bulog baru berhasil merealisasikan 2.000 ton saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya di Cipinang, di sana truk menanti masuk, tapi ternyata masih ada pasokan 3 ribu ton dari daerah," katanya.
Tri mengatakan akan segera menindaklanjuti perintah operasi pasar dari pemerintah agar gejolak harga beras bisa dicegah. Ia mengatakan persediaan beras Bulog masih mencukupi untuk menggelar operasi pasar hingga masa panen Maret tahun depan.
"Ini merupakan langkah antisipasi saja, sebelum nantinya masa paceklik datang," katanya.
Data Bulog per 6 September menunjukkan realisasi operasi pasar beras mencapai 340.789 ton dengan pengadaan sebesar 2,57 juta ton. Data BPS menunjukkan harga beras di tingkat penggilingan sudah melandai.
Untuk kualitas premium, pada Agustus kemarin harga turun 0,65 persen dari Rp9.520 menjadi Rp9.458 per kilogram (kg) dibanding Juli. Untuk beras medium, harga turun 0,28 persen dari Rp9.198 menjadi Rp9.172 per kilogram.
(agt/bir)