Terbang ke Korsel, Jokowi Kejar Investasi Industri 'Konkret'

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Minggu, 09/09/2018 18:15 WIB
Terbang ke Korsel, Jokowi Kejar Investasi Industri 'Konkret' Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Korea Selatan pada hari ini, Minggu (9/9) untuk mengejar investasi konkret dari Negeri Ginseng, khususnya di sektor industri.

Lawatan ini merupakan lanjutan dari rencana kerja sama yang digagas kedua negara sejak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in datang ke Tanah Air pada November 2017 lalu.

"Kami akan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, terutama investasi di bidang industri karena ini kekuatan yang dimiliki Korea Selatan," ucap Jokowi dikutip dari video persiapan lawatan yang diunggah Sekretaris Kabinet, Minggu (9/9).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan investasi industri yang ingin dikonkretkan oleh Presiden Jokowi ialah peningkatan arus modal berupa pembangunan pabrik manufaktur di dalam negeri.


Sebelumnya, Darmin bilang, salah satu pemain yang sempat menyatakan ketertarikan untuk membangun pabrik di dalam negeri ialah Hyundai, perusahaan otomotif terbesar di Korea Selatan. Namun, rencana Hyundai itu disebut-sebut masih terjanggal beberapa hal, termasuk insentif yang sekiranya bisa diberikan pemerintah Indonesia.

"Mereka (Hyundai) minta insentif, tapi kami belum bisa menjelaskan itu karena belum komunikasikan lagi. Biar nanti Presiden yang komunikasikan lebih jelasnya," ujar Darmin beberapa waktu lalu.
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menambahkan Indonesia ingin memperkuat investasi dari Korea Selatan karena arus modal asing dari negara itu masih cukup besar bagi Indonesia, meski ketidakpastian tengah menyelimuti ekonomi global.

"Hubungan Indonesia-Korea Selatan di bidang ekonomi, terutama perdagangan dan investasi terus tumbuh signifikan. Misalnya, perdagangan pada 2017 meningkat hampir 12 persen dan investasi Korea jadi 1 dari 10 yang terbesar bagi Indonesia," katanya.

Selain itu, Retno bilang kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan juga untuk menyepakati sejumlah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) di bidang legislasi, imigrasi, keamanan maritim, lingkungan hidup dan kehutanan, hingga sumber daya manusia.
"Salah satu perhatian yang akan diberikan Presiden adalah hubungan antar generasi muda atau milenial, karena milenial yang akan menjadi engine (mesin) bagi ekonomi dan hubungan kedua negara ke depan," imbuhnya.

Tak ketinggalan, kunjungan Presiden Jokowi juga untuk menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Korea Selatan guna memperingati 45 tahun hubungan diplomatik dan bisnis kedua negara. Lalu, Jokowi juga akan memberikan dukungan langsung terhadap rencana perdamaian konflik Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Kunjungan Jokowi akan dilangsungkan pada 10-11 September 2018. Dalam lawatannya, Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. (age/age)