Ma'ruf Amin Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 17:51 WIB
Ma'ruf Amin Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Capres Ma'ruf Amin mendorong pesantren menjadi penggerak ekonomi syariah di Indonesia dalam perekonomian kontemporer. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pesantren menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia. Toh, saat ini, ekonomi syariah sudah menjadi sistem ekonomi nasional.

Hal itu ditandai dengan banyaknya perbankan yang menganut prinsip syariah dan kehadiran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai Presiden Joko Widodo.

"Saya menekankan pesantren mendalami ekonomi syariah yang konsep-konsepnya banyak ditemukan pada kitab fiqih klasik yang selama ini dikaji pesantren," ujarnya dalam acara Halaqah Enterpreneur Kemandirian Ekonomi Pesantren dan Haul ke-7 KH Masruri Abd Mughni di Pondok Pesantren Al Hikmah Bendo, Brebes, Selasa (11/9).


Karenanya, ia berharap pesantren mampu mendalami dan memberi konteks pada konsep perekonomian kontemporer.

Ia juga menyemangati santri untuk berperan pada sektor publik seperti yang ditunjukkan beberapa kiai yang pernah menjabat sebagai menteri dan kepala daerah.

Ma'ruf sendiri merupakan pengasuh Pesantren An Nawawi Tanara, Serang. Ia mengklaim telah membawa arus baru ekonomi Indonesia sebagai antitesis dari ekonomi neoliberal yang terbukti membuat kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin melebar.

"Arus baru ekonomi Indonesia ini diimplementasikan dengan kemitraan antara pelaku ekonomi kecil dan pebisnis besar," tutur dia.


Lebih lanjut ia menjelaskan, pelaku ekonomi kecil dan pesantren menjadi pemasok dari kebutuhan pebisnis besar. Hal ini didukung penuh oleh pemerintah melalui program retribusi aset, dimana pesantren mendapat hak kelola tanah negara yang tak terpakai.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun Zubair mengaku terinspirasi dengan langkah Ma'ruf untuk memperkuat pemberdayaan pondok pesantren.

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi pesantren melalui sejumlah kebijakan," ujarnya.


(bir)