Teror Bom, BI Pastikan Surabaya Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 13:33 WIB
Teror Bom, BI Pastikan Surabaya Jadi Pusat Ekonomi Syariah Bom di kantor Mapolrestabes Surabaya menggunakan kendaraan, Senin (14/5). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyatakan tetap akan menjadikan kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kendati keamanan kotanya sempat terusik karena aksi teror ledakan bom beberapa waktu lalu.

"Kami belum akan merelokasi," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/5).

Sebelumnya, BI ingin menjadikan Surabaya sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mengingat besarnya potensi yang dimiliki. Hingga kini, ribuan pondok pesantren berada di Jawa Timur. Untuk itu, sejak diselenggarakan pertama kali pada 2014 lalu, puncak gelaran Indonesia Shari'a Economy Festival selalu digelar di Jawa Timur.


Agusman mengaku prihatin dan berduka atas kejadian naas sebelumnya. Namun, ia meyakini aparat hukum dan keamanan akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga keamanan di lingkungan masyarakat.


"Kami percayakan kepada aparat hukum dan keamanan untuk mengatasinya," ujar Agusman.

Secara terpisah, Sekretaris Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Bambang PS Brodjonegoro menilai setidaknya ada tiga kriteria agar suatu daerah pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Pengembangan industri ekonomi syariah bisa di mana saja, yang penting, regulasinya bagus, kuat, permodalan dan investor ada, dan ekosistem atau industri yang akan menjadi pelanggan perbankan syariahnya terbentuk," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ini.

Maka itu, ia menilai kejadian teror bom tidak menjadi suatu faktor penghambat suatu daerah untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.


Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan bom beruntun terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) lalu. Kejadian tersebut menewaskan belasan orang korban dan menyebabkan puluhan orang terluka.

Pada hari yang sama, di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu rumah. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka.

Kemarin, beberapa aparat kepolisian juga terluka akibat serangan bom bunuh diri yang terjadi di kantor Mapolrestabes Surabaya. (lav/lav)