Bahkan, dari tujuh negara tersebut di atas, potensi krisis Indonesia paling rendah. Dalam hasil analisis terbaru, mereka menyatakan bahwa hasil atau gambaran tersebut penting. Karena di saat bersamaan, sejumlah negara berkembang rentan mengalami krisis.
Dalam analisis tersebut, Nomura menyatakan ada tujuh negara berkembang di dunia yang rentan dan memiliki risiko besar terjangkit krisis mata uang. Tujuh negara tersebut adalah Pakistan, Turki, Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Mesir dan Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam di sela-sela kegiatan Forum Ekonomi Dunia (WEF) untuk Asean di Hanoi, Vietnam mengatakan pelemahan mata uang rupiah yang terjadi kemarin berimbas besar bukan pada utang, tapi pada defisit neraca transaksi berjalan.
Ia mengatakan undang-undang di Indonesia telah mengatur defisit transaksi berjalan tak boleh melebihi tiga persen dari PDB. Angka defisit yang terjadi belakangan ini menurutnya masih bisa dikendalikan.