Hilirisasi Gas Bakal Diperkuat
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 14 Sep 2018 00:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan memperkuat hilirisasi gas dalam negeri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan data neraca gas terbaru guna mendukung upaya tersebut.
Penyusunan data tersebut saat ini dilakukan Kementerian ESDM bersama sejumlah pemangku kepentingan dan tim Kantor Staf kepresidenan. "Data ini kami akan keluarkan dan akan akurat," katanya di Kantor Staf Kepresidenan, Kamis (13/9).
Arcandra mengatakan data neraca gas penting. Dari data tersebut pemerintah nantinya bisa melihat potensi pasokan gas yang dimiliki di setiap daerah di Indonesia.
Data neraca juga penting untuk memangkas mata rantai olahan gas yang panjang. Selain membuat data neraca gas, untuk mempepercepat dan memperkuat hilirisasi gas, Arcandra mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan.
Penyusunan data tersebut saat ini dilakukan Kementerian ESDM bersama sejumlah pemangku kepentingan dan tim Kantor Staf kepresidenan. "Data ini kami akan keluarkan dan akan akurat," katanya di Kantor Staf Kepresidenan, Kamis (13/9).
Arcandra mengatakan data neraca gas penting. Dari data tersebut pemerintah nantinya bisa melihat potensi pasokan gas yang dimiliki di setiap daerah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Indonesia Diproyeksi Defisit Gas pada 2025 |
Data neraca juga penting untuk memangkas mata rantai olahan gas yang panjang. Selain membuat data neraca gas, untuk mempepercepat dan memperkuat hilirisasi gas, Arcandra mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan.
"Ini bagaimana kita bikin strategi yang menyatu, tidak terpisah-pisah antara semua sektor. Sehingga pemanfaatan gas untuk industri bisa berikan nilai tambah maksimal untuk perekonomian kita," tutur mantan Menteri ESDM ini.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia berpotensi mengalami defisit neraca gas pada 2025. Defisit terjadi seiring permintaan melampaui pasokan gas yang tersedia.
(agt)
Lihat juga:Bersicepat agar Tak Defisit Gas di 2025 |