Rencananya, penandatanganan kerja sama tahap awal pembangunan hotel tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang akan dilaksanakan di Bali, Oktober mendatang. "Bangun hotel bintang lima minimal investasi Rp100-200 miliar untuk 100-200 kamar," katanya di Jakarta, Jumat (21/9).
Ari mengatakan bila komitmen investasi dari lima investor tersebut terjaga dan kondisi keuangan mereka lancar, pembangunan hotel ditargetkan bisa dimulai tahun depan. Pembangunan hotel, diperkirakan akan membutuhkan waktu dua sampai tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dalam pembangunan hotel, BODT kata Ari saat ini tengah menjaring investor untuk membangun rumah sakit, lapangan golf dan sekolah bertaraf internasional di kawasan Danau Toba. "Kami buat terintegrasi , lokasi yang kami tawarkan seluas 400 hektare," katanya.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yakin pembangunan hotel dibangun paling lambat pada kuartal dua tahun depan. Artinya, pembangunan hotel dilakukan sekitar April 2019 mendatang.
"Perekonomian di Danau Toba juga akan naik," pungkas Luhut.