Abaikan The Fed, Rupiah Menguat ke Rp14.816 per Dolar AS

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 17:53 WIB
Abaikan The Fed, Rupiah Menguat ke Rp14.816 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.816 per dolar Amerika Serikat (AS) pada sore ini, Jumat (21/9). Posisi ini menguat 32 poin atau 0,22 persen dari kemarin sore, Kamis (20/9) di Rp14.852 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di Rp14.824 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.839 per dolar AS.

Di kawasan Asia, sejalan dengan penguatan rupiah, mayoritas mata uang juga berhasil menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,43 persen, dolar Hong Kong 0,36 persen, rupee India 0,19 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, dolar Singapura 0,09 persen, peso Filipina 0,04 persen, dan renminbi China 0,03 persen.


Namun, yen Jepang dan baht Thailand justru berada di zona merah, dengan masing-masing melemah 0,02 persen dan 0,11 persen.


Berbanding terbalik, mayoritas mata uang utama negara maju justru berada di zona merah. Poundsterling Inggris melemah 0,61 persen, rubel Rusia minus 0,27 persen, dolar Australia minus 0,08 persen, dolar Kanada minus 0,05 persen, dan euro Eropa minus 0,01 persen.

Hanya franc Swiss yang berhasil menguat 0,34 persen dari mata uang Negeri Paman Sam. Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah berhasil menguat karena pelemahan yang dialami dolar AS kembali berlanjut.

Bahkan, ia memperkirakan dolar AS akan kembali melemah pada pekan depan, sehingga potensi penguatan bagi rupiah terbuka. 
Menurutnya, dolar AS melemah karena sentimen perang dagang AS-China sudah memudar sejak beberapa hari terakhir.


Sentimen rencana kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve pun dilihat tak mampu memberi tekanan ke rupiah. "Soalnya rencana kenaikan bunga acuan The Fed, sudah di-price-in (dihitung) sejak lama," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/9)

Hal itu, katanya, bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan pada pekan depan, sekalipun pengumuman kenaikan bunga acuan akan dilangsungkan. Sebab, di sisi lain, pasar cukup yakin bila bank sentral nasional akan ikut mengerek bunga acuan untuk mengimbangi kebijakan The Fed.

"Bank-bank besar di dunia juga memproyeksikan dolar AS berpotensi melemah, meskipun The Fed nanti menaikkan bunga acuan," katanya.

Ia memproyeksi rupiah akan bergerak di rentang Rp14.700-14.880 per dolar AS pada pekan depan.
(uli/agt)