Pemerintah Undang Investor Bangun Kawasan Industri Petrokimia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 15:21 WIB
Pemerintah Undang Investor Bangun Kawasan Industri Petrokimia Ilustrasi kawasan di Teluk Bintuni. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengundang investor untuk membangun Kawasan Industri Petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Kabupaten Teluk Bintuni mempunyai potensi yang besar untuk berkembang sebagai wilayah industri, karena memiliki sumber daya alam yang besar," tutur dia, mengutip Antara, Senin (24/9).

Kawasan Teluk Bintuni diperkirakan memiliki cadangan gas bumi sebesar 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Pemerintah, menurut Airlangga, perlu memastikan pemanfaatan gas bumi tersebut diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Dengan begitu, mampu menggerakkan perekonomian nasional.


Lokasi Kawasan Industri Petrokimia direncanakan dibangun di Kampung Onar Baru, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni.

"Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah membantu mensosialisasi kepada masyarakat adat di Distrik Sumuri, sehingga mendapatkan dukungan penuh untuk mewujudkan pengembangan industri di Teluk Bintuni," jelasnya.

Kawasan Industri Teluk Bintuni, sambung Airlangga, juga telah masuk sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang tercantum dalam Perpres 38 Tahun 2017.


"Kami buka investasi dari luar, khususnya metanol, para calon investor dan pelaku usaha di bidang kawasan industri, kontraktor, perbankan, Kadin, HIPMI, Asosiasi Industri Kimia, Asosiasi Kawasan Industri dan stakeholder terkait," tutur Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.

Hal itu disampaikan dalam market sounding pengembangan Kawasan Industri Petrokimia. Market sounding merupakan tahap akhir dari proses Outline Business Case yang diperlukan dalam persiapan pelaksanaan proyek skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kami berharap akan memperoleh 'feedback' dari para calon investor terkait dengan skema proyek yang akan kami kembangkan," tandasnya.


(Antara/bir)