Inggris Minta Indonesia Terbitkan Sukuk Hijau di Bursa London

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 17:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah Inggris meminta Indonesia menerbitkan sukuk hijau di Bursa Efek London. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah Inggris minta Indonesia menerbitkan sukuk hijau di Bursa Efek London. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah Inggris meminta Indonesia menerbitkan sukuk hijau di Bursa Efek London. Permintaan tersebut langsung disampaikan Menteri Muda Inggris Bidang Ekonomi John Glen saat berkunjung ke Kantor Kementerian Keuangan Senin (24/9).

Ani mengatakan Glen telah meyakinkan Indonesia Bursa Efek London paska pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa (Brexit) cukup kompetitif. Di samping itu, Inggris juga berusaha meyakinkan Indonesia saat ini mereka peduli dengan isu perubahan lingkungan dan mengapresiasi kebijakan Indonesia menerbitkan green bond.

"Proses Brexit itu diharapkan masih meyakinkan London sebagai pusat keuangan dunia dan akan tetap menarik dan kompetirif. Sehingga, ia mengharapkan kerja sama dengan Indonesia masih akan tetap dipertahankan bahkan diperkuat," jelas Sri Mulyani, Senin (24/9).



Menanggapi permintaan tersebut, Ani mengatakan pemerintah meminta penjelasan dari Inggris atas kondisi pasar modal di sana, selepas mereka keluar dari Uni Eropa. Ia tak menampik basis investor di Inggris cukup menjanjikan dan ia berharap kondisi ini tetap sama meski ada Brexit.

"Diharapkan kalau dalam planning financing Indonesia ke depan, diharapkan London masih menjadi suatu basis. Dengan investor base di Eropa apakah posisi London sesudah Brexit akan tetap sama. Terutama dengan keinginan seperti negara-negara lain seperti Perancis jadi pusat keuangan dunia," papar dia.

Sebelumnya, pada tanggal 22 Februari 2018 kemarin, Indonesia menerbitan sukuk global green bond bertenor lima tahun sebesar US$1,25 miliar dan sukuk green bond dengan masa tenggat waktu 10 tahun bernilai US$1,75 miliar. Adapun, dua sukuk itu didaftarkan di bursa Singapura serta NASDAQ Dubai.

Sementara itu, Glen mengatakan bahwa diskusi yang dilakukannya dengan Sri Mulyani hari ini cukup bermanfaat. Ia mengatakan, Inggris memang berkomitmen dalam perubahan global, sehingga ia berharap Indonesia mau menerbitkan green bond di negara Eropa tersebut.

"Terang saja, masalah perubahan iklim ini kami anggap dengan serius, dan kami telah berdiskusi dengan Sri Mulyani bisa berdiskusi untuk mencapai tujuan bersama tersebut. Kami di London adalah pemimpin global dalam hal penerbitan global bond, dan kami telah menerbitkan banyak global bond di beberapa tahun terakhir," pungkas dia.

(glh/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK