Pemerataan Pembangunan, Jokowi Sebut Tak Pakai Sistem Bisnis

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 02:10 WIB
Pemerataan Pembangunan, Jokowi Sebut Tak Pakai Sistem Bisnis Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan selama ini menerapkan sistem pembangunan bernegara. Pembangunan sehingga tak hanya difokuskan di Indonesia barat tapi juga meliputi Indonesia timur.

"Kenapa (pembangunan) di Papua, Maluku Utara, NTT, Indonesia timur? Kita ini bernegara bukan berbisnis ekonomi saja," kata Jokowi di Ritz Carlton, SCBD, Senin (24/9).

Hal ini disampaikan dalam acara ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia malam ini. Jokowi menyatakan banyak orang menanyakan hal itu kepadanya karena berdasarkan perhitungan ekonomi, keuntungan cepat diperoleh apabila pembangunan fokus di Jawa bagian utara.


Di sana, kata Jokowi, memang hanya membutuhkan sedikit polesan seperti penambahan jalan tol, pelabuhan, serta pembangkit listrik. Keuntungan atau percepatan dapat diperoleh jika fokus pada Pulau Jawa.
"Hitungan politisi dan orang ekonomi sama. Tapi Indonesia bukan Jawa saja, punya 17 ribu pulau. Saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, dan timur sangat muncul dan jurang sangat lebar," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Oleh sebab itu, ia membangun banyak infrastruktur di Indonesia Timur seperti pelabuhan di Halmahera Utara dan jalan TransPapua. Presiden turut mengajak pengusaha mau bersakit-sakit terlebih dahulu, tak meributkan hal-hal kecil, dan tak melupakan strategi besar negara dalam pembangunan nasional.

Kinerja pembangunan pemerintahan Jokowi diapresiasi KADIN. Dalam acara itu, Presiden dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan.

"Menetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan," kata Ketua Panitia Acara Bobby Gafur Umar.
Penghargaan diberikan dalam bentuk sebuah medali yang dipakaikan langsung Ketua Umum KADIN Rosan P Roeslani.

Jokowi tak berkomentar banyak menerima penghargaan itu. Menurutnya, penyematan status sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan bukan hal mudah ia terima.

"Yang diberikan kepada saya sebuah sangat berat sekali bagi saya. Jangan menganggap ini hal enteng. Menerima seperti ini hal berat buat saya," kata Jokowi. (chri/age)