Perang Dagang Memanas, AS dan China Mulai Berbalas Tarif

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 18:38 WIB
Perang Dagang Memanas, AS dan China Mulai Berbalas Tarif Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru kepada produk China senilai US$200 miliar. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kian memanas seiring mulai berlakunya tarif baru barang impor yang diterapkan kedua negara pada produk asal satu sama lain.

AS mengenakan tarif baru atas barang-barang China senilai US$200 miliar, sedangkan China memberlakukan tarif balasan atas barang-barang AS senilai US$60 miliar mulai berlaku pada hari ini.

Tarif AS terhadap barang China dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen. Sedangkan China memberlakukan tarif 5-10 persen, serta memperingatkan bakal menanggapi setiap kenaikan tarif AS pada produk Cina yang sesuai.


Bagi konsumen AS, tarif baru dapat mendorong kenaikan harga pada sejumlah produk China mulai dari penyedot debut hingga perlengkapan teknologi seperti modem. Sedangkan barang-barang AS yang ditargetkan China, antara lain gas alam cair dan jenis pesawat tertentu.

"Kita saat ini ada berada dipertengahan antara perang dagang yang bakal berakhir buruk sebelum membaik," ucap Aninda Mitra, Analis BNY Mellon Investment Management, seperti dikutip dari CNN, Senin (24/9).


Presiden Donald Trump menekan Cina untuk mengurangi surplus perdagangan bilateral yang besar dan membuat perubahan besar pada kebijakannya terkait perdagangan, transfer teknologi, dan subsidi industri berteknologi tinggi.

Beijing membantah tuduhan perusahaan AS, serta menuduh balik AS melakukan proteksionisme dan intimidasi. China pun melakukan serangan balik dengan mengancam tarif baru bagi produk AS senilai US$100 miliar.

Dikutip dari Xinhua, Pemerintah China menuduh AS berusaha memaksakan kepentingannya sendiri melalui tekanan tarif.


Eskalasi perang dagang terus berlanjut seiring masih ada ancaman tarif baru pada tambahan produk senilai US$267 miliar. Jika langkah tersebut diterapkan, maka hampir semua produk China mendapat tekanan tarif baru.

China, yang mengimpor jauh lebih sedikit dari Amerika Serikat, kehabisan produk baru untuk ditargetkan, tetapi para analis mengatakan masih memiliki opsi lain untuk membalas.

China dapat membatasi perjalanan warganya ke Amerika Serikat untuk studi dan pariwisata, serta memberikan potongan pajak bagi perusahaan yang terkena tarif AS. (CNN/agi)