Namun, tantangan tersebut ia berikan dengan perhitungan, keuntungan investasi yang akan diterima pengusaha tipis dibanding bila mereka membangun infrastruktur di Jawa. Kecilnya keuntungan investasi tersebut tercermin dari Internal Rate of Return (IRR) atau keuntungan bersih yang bisa didapat jika swasta membangun proyek tersebut.
"Dengan IRR kecil dan rendah tersebut, siapa yang mau? Saya akan beri," katanya di Jakarta, Senin (25/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah memberikan sokongan berbentuk penyertaan modal negara (PMN) agar BUMN bisa menjalankan penugasan yang diberikan kepada mereka.
Kecilnya keuntungan tersebut pun diakui oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Sebagai pengusaha, ia melihat pembangunan tol di beberapa daerah memang tidak masuk secara hitungan bisnis.
Sebagai informasi Presiden Jokowi saat ini sedang menggeber pembangunan infrastruktur, termasuk tol di luar Jawa. Salah satu yang sedang digenjot adalah pembangunan Tol Trans Sumatera.
Pembangunan tol tersebut ditugaskan kepada PT Hutama Karya (persero) karena IRR-nya waktu tol tersebut direncanakan hanya berkisar antara 6-13 persen.
(ulf/agt)