Kepala Bappenas: Pasar Telah Price In Kenaikan Suku Bunga AS

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 00:02 WIB
Kepala Bappenas: Pasar Telah Price In Kenaikan Suku Bunga AS Menteri PPN/Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyatakan pemerintah terus mencermati rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro menyatakan pemerintah terus mencermati rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada keluarnya arus modal di pasar keuangan Indonesia.

Sebelumnya, kenaikan suku bunga acuan AS akan diputuskan dalam Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dipimpin Gubernur Bank Sentral AS Federal Reserves (The Fed) Jerome Powell. Bulan ini, FOMC dijadwalkan berlangsung pada 25-26 September 2018, waktu setempat.

Kendati demikian, Bambang meyakini pelaku pasar telah memasukkan faktor kenaikan suku bunga AS sejak jauh hari. Dengan demikian, kenaikan suku bunga acuan The Fed bulan ini dinilai tidak akan menimbulkan gejolak yang berlebihan di pasar keuangan.



"Dampaknya mungkin beda sama dengan yang sebelumnya, pasar pasti sudah price in (memasukkan indikator harga) apa yang sudah terjadi sebelumnya," ujar Bambang usai menghadiri Business Breakfast Forum Financial Club di Graha CIMB Niaga, Selasa (25/9).

Bambang menegaskan fundamental perekonomian nasional masih baik. Ia optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bakal lebih kencang dibandingkan tahun lalu.

Meski pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2018 diperkirakan akan sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27 persen, Bambang masih meyakini sepanjang tahun ini perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,2 persen, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 5,07 persen.


Sebagai informasi, Rapat FOMC telah mengerek suku bunga acuan AS Federal Fund Rate (FFR) sebanyak tujuh kali sejak Desember 2015 lalu. Sepanjang 2018, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali dan diperkirakan masih akan terjadi dua kali lagi.

Terakhir, The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada Juni 2018 lalu sebesar 25 basis poin (bsp) menjadi ke kisaran 1,75 - 2 persen.

(sfr/lav)