Pasien BPJS Kesehatan Dipermudah Naik Kelas Layanan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 22:48 WIB
Pasien BPJS Kesehatan Dipermudah Naik Kelas Layanan Ilustrasi pelayanan BPJS Kesehatan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 11 perusahaan asuransi yang tergabung dalam Forum Asuransi Kesehatan Indonesia (Formaksi) memberikan layanan nontunai (cashless) kepada pasien Rumah Sakit (RS) Hermina. Pasien yang dapat menikmat layanan itu adalah pasien BPJS Kesehatan yang memiliki Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT).

Direktur Eksekutif Formaksi Dumasi Marisina Magdalena Samosir menjelaskan saat ini pasien BPJS Kesehatan yang memiliki AKT harus menanggung selisih biaya rawat inap atau ekses yang terjadi jika memilih perawatan di atas hak alias naik kelas kamar.

Selanjutnya, pasien harus mencairkan klaim ekses secara mandiri kepada pihak asuransi. Dumasi menyatakan, dalam kerja sama ini BPJS Kesehatan tetap menjadi pihak penanggung jawab pembayaran pertama (first payer).


"Dengan kerja sama ini, ekses yang timbul akan ditagih langsung oleh RS Hermina ke BPJS Kesehatan, lalu sisanya perusahaan asuransi yang menerbitkan polis," kata Dumasi di Jakarta, Kamis (27/9).


Kendati demikian, ekses yang ditanggung oleh perusahaan asuransi tetap menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2016 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Dalam Pasal 25 Ayat 2 poin b dirincikan, untuk naik kelas dari kelas 1 ke kelas VIP, pembayaran tambahan biaya paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1.

Sementara untuk naik kelas dari kelas 2 ke kelas VIP, adalah selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 2 ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke kelas VIP paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1.

Lalu untuk naik kelas dari kelas 3 ke kelas VIP adalah selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 3 ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke VIP paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1.


"Jadi kehadiran kami di sini adalah menanggung ekses yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan mengikuti aturan Permenkes Nomor 4 Tahun 2017," kata Dumasi.

Dumasi melanjutkan, dalam kerja sama dengan RS Hermina ini, asuransi tidak harus memanfaatkan skema kerja sama manfaat antara asuransi swasta dan BPJS Kesehatan atau Coordination of Benefit (CoB). Ia bahkan menyebut dari 11 asuransi yang memberikan layanan nontunai itu, hanya tiga asuransi yang memiliki kerja sama CoB.

"Tidak ada pun CoB, kerja sama kami dengan BPJS Kesehatan ini bisa berjalan," ujarnya.

Sebagai informasi, 11 perusahaan asuransi yang memberikan layanan nontunai kepada pasien yang memiliki AKT di RS Hermina antara lain, PT Astra Aviva Life, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, PT Asuransi Sinar Mas, PT Avrist Assurance, PT BNI Life Insurance, PT Equity Life Indonesia, dan PT Lippo General Insurance Tbk. Terdapat 2,8 juta peserta asuransi kesehatan yang saat ini terdaftar di 11 perusahaan tersebut. (ulf/agi)