Bappenas Bakal Bantu Kemenpar Gaet Investor Sektor Pariwisata

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/09/2018 11:59 WIB
Bappenas Bakal Bantu Kemenpar Gaet Investor Sektor Pariwisata Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) akan membantu Kementerian Pariwisata untuk menggaet investor di 10 destinasi wisata 'Bali Baru'. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perencanaan Pembangan Nasional (PPN/Bappenas) akan membantu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menggaet investor demi mengembangkan 10 destinasi wisata 'Bali Baru' di Indonesia.

Sebelumnya, daftar '10 Bali Baru' terdiri dari Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Labuan Bajo, dan Belitung. Kemudian, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya terbatas pada lokasi wisata, tetapi juga infrastruktur pendukung.


Menurut Bambang, pembiayaan pengembangan sektor pariwisata dapat memanfaatkan skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Namun, perlu dilakukan Studi Kelayakan (feasibility study/FS) yang rinci oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda) agar investor mau bermitra dalam skema tersebut.

"Pengembangan sektor pariwisata ini membutuhkan FS yang baik," ujar Bambang, Kamis (27/9).


Penyusunan FS membutuhkan biaya yang menurut Bambang tidak sedikit. Karena itu, Bambang meminta Kementerian Pariwisata menginstruksikan Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pariwisata di masing-masing destinasi wisata mengalokasikan anggaran khusus untuk FS.

Bambang juga mengingatkan pemerintah tidak hanya sekedar mengembangkan lokasi pariwisata tetapi kawasan pariwisata yang terintegrasi. Untuk itu, Bappenas akan membantu dalam menyiapkan rencana pengembangan terintegrasi (integrated master plan).

"Kami tidak ingin hanya hanya pengembangan lokasi wisata Danau Toba tetapi pengembangan kawasan di sekitar Danau Toba berbasis pariwisata," ujarnya.

Pemerintah juga memiliki tantangan untuk memasarkan '10 Bali Baru' kepada investor. Jangan sampai, investor masu berinvestasi di sektor pariwisata tetapi hanya ingin berinvestasi di Bali.


Bambang mengingatkan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pengembangan oleh pemerintah. ektor pariwisata dianggap sebagai sektor yang dapat dengan cepat menambah cadangan devisa. Hal ini penting mengingat defisit neraca perdagangan menambah tekanan pada kurs rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir.

Lebih lanjut, Bambang meminta setiap pemerintah daerah untuk benar-benar mengkaji apakah sektor pariwisata bisa menjadi sektor prioritas yang dikembangkan di daerahnya.

Meski daerah tidak menjadi lokasi '10 Bali Baru', pemda bisa berinovasi dalam mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya seperti yang dilakukan oleh daerah Batu (Malang), Banyuwangi, dan Manado. (sfr/lav)