Luhut Sebut APBN Cukup untuk Tangani Gempa Palu dan Donggala

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 13:56 WIB
Luhut Sebut APBN Cukup untuk Tangani Gempa Palu dan Donggala Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan APBN cukup untuk mendanai penanganan gempa di Donggala dan Palu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup dan mampu untuk menangani gempa bumi dan tsunami yang melanda Donggala, Palu dan Lombok.

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak akan memanfaatkan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia untuk menggalang dana bantuan untuk penanganan bencana tersebut.

"Saya kira tidak perlu ada penggalangan dana itu, Kementerian Keuangan menyatakan dana cukup. Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan saya dengar penanganannya juga sudah bagus," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin (1/10).


Dibanding mempersiapkan rencana penggalangan dana, Luhut mengatakan pihaknya saat ini memilih fokus pada kelancaran penyelenggaraan pertemuan tersebut. Saat ini persiapan pertemuan yang diperkirakan akan dihadiri 15 ribu delegasi tersebut kata Luhut, sudah mencapai 98 persen.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, pihaknya juga sudah meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memperbaiki alat deteksi dini.

"Selain itu, kami juga sudah komunikasi dengan IMF dan Bank Dunia di Washington DC, mereka menanyakan kesiapan kami dan kami bilang tidak ada yang perlu diragukan. Kami tunjukkan Indonesia bisa me-manage sesulit apapun, bencana Lombok dan Palu bisa kami tangani," ujar dia.


Gempa dan tsunami melanda Donggala dan Palu, Jumat (28/9) lalu. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan Minggu (30/9) kemarin bencana tersebut telah mengakibatkan 832 orang.

Gempa juga telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Donggala dan Palu. Untuk menangani gempa tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Senin (1/10) ini pemerintah telah menggelontorkan dana Rp560 miliar. 



(glh/agt)