Pemerintah Tawarkan 31 Proyek Senilai US$ 4 Miliar di Bali

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 14:53 WIB
Pemerintah Tawarkan 31 Proyek Senilai US$ 4 Miliar di Bali Menko Luhut Binsar Panjaitan menyebut ada 31 proyek yang akan ditawarkan di Bali untuk memperoleh pendanaan dengan skema blended finance. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut ada 31 proyek yang akan ditawarkan untuk memperoleh pendanaan dengan skema blended finance.

Blended finance merupakan pembiayaan yang bersumber dari dana filantropi yang dihimpun masyarakat untuk memobilisasi modal swasta dalam investasi jangka panjang.

Seluruh proyek akan ditawarkan pada Forum Tri Hita Karana (THK) yang digelar di Bali pada tanggal 9-11 Oktober 2018. Forum itu diselenggarakan secara paralel dengan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia 2018.


"Tadi di laporan itu ada 31 proyek, akan diumumkan di Bali," kata Luhut di kantornya, Rabu (3/10).

Skema pendanaan blended finance sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Luhut berharap blended finance menjadi pendanaan alternatif proyek berkelanjutan di luar pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan seluruh proyek tersebut senilai US$ 4 miliar. 31 proyek akan ditawarkan kepada investor hingga 2019. Selanjutnya, pemerintah akan membuka penawaran untuk pendanaan blended finance bagi proyek berkelanjutan selanjutnya.


"Jadi, ini bukan hanya satu tahapan tapi berkelanjutan," kata Luhut.

Emma menyebut, proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi proyek unggulan yang ditawarkan kepada investor.

Selain itu, pemerintah juga akan menawarkan proyek transportasi ramah lingkungan, sehingga proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) seperti proyek kereta ringan (LRT) bisa menjadi underlying proyek pada blended finance.


Proyek urban infrastruktur juga menjadi proyek utama yang akan dilepas kepada investor, seperti proyek pengadaan air (water supply), sanitasi dan pengelolaan sampah (waste management).

"Proyek-proyek itu yang paling domain," terang Emma.

Partner organisasi penyelenggara Forum THK adalah pemerintah, United in Diversity Foundation, Blended Finance Taskforce, UN Sustainable Development Solution Network (SDSN) dan International Chamber of Commerce (ICC).


Dijadwalkan, lebih dari 300 stakeholders yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara yang akan berpartisipasi dalam Forum THK.


(ulf/bir)