Crazy Rich Hong Kong Donasi US$5 Juta untuk Korban Gempa Palu

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 17:10 WIB
Crazy Rich Hong Kong Donasi US$5 Juta untuk Korban Gempa Palu ilustrasi korban gempa Palu. (REUTERS/Athit Perawongmetha).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menerima sumbangan sebesar US$5 juta atau sekitar Rp75 miliar dari taipan asal Hong Kong, Li Ka Shing, untuk membantu korban gempa Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah, selepas diterpa gempa dan tsunami.

Secara rinci, ia menjelaskan bantuan sebanyak US$2 juta disalurkan melalui perusahaan CK Hutchison, sedangkan sisanya disalurkan oleh yayasan binaannya, Li Ka Shing Foundation.

Dana ini akan dihimpun ke dalam SDG Indonesia One, yakni wadah yang dibentuk Kementerian Keuangan untuk pendanaan proyek-proyek yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG).


"Chief Executive Officer (CEO) CK Hutchison Li Ka Shing sudah berikrar US$5 juta yang akan digunakan untuk rekonstruksi kota Palu, Donggala, dan Sigi," ujar Sri Mulyani, Jumat (5/10).

Mengutip Forbes, Li Ka Shing disebut sebagai salah satu pebisnis paling berkuasa di Asia. Per 5 Oktober 2018, kekayaannya mencapai US$32,4 miliar atau Rp486 triliun. Dengan kekayaan yang dimiliki, ia dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 23 di dunia.

Yayasannya sendiri, Li Ka Shing Foundation, telah menyalurkan donasi US$2,6 miliar, di mana 80 persennya mengalir ke China.


Terlepas dari sosok Li Ka Shing, Menurut Sri Mulyani, bantuan itu sangat penting lantaran kota Palu, Sigi, dan Donggala perlu untuk memulihkan kembali kegiatan ekonominya.

Sehingga rencananya, bantuan ini akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur yang sudah bobrok. Apalagi, infrastruktur merupakan satu dari 17 sub sektor SDG.

Dalam waktu dekat, bantuan tersebut akan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta diselaraskan dengan program rehabilitasi dari kementerian dan lembaga terkait.


"Karena saat ini masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi ini mengalami tingkat kerusakan yang menyebabkan set back, baik dari indikator kualitas manusia maupun perbaikan ekonomi ke depan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan dua raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Google dan Apple telah berkomitmen menyumbang US$1 juta demi membantu korban gempa dan tsunami Palu.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh CEO Google Sundar Pichai dan CEO Apple Tim Cook melalui akun media sosial Twitter.


(glh/bir)