PTPP Tawarkan Delapan Proyek Infrastruktur dalam Forum IMF-WB

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 11:01 WIB
PTPP Tawarkan Delapan Proyek Infrastruktur dalam Forum IMF-WB PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menawarkan delapan paket proyek infrastruktur dalam agenda tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Nusa Dua, CNN Indonesia -- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menawarkan delapan paket proyek infrastruktur dalam agenda tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank). Rencananya, dua dari delapan paket itu akan diteken bersama calon investor pada Kamis (11/10) mendatang.

Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat menjelaskan salah satu proyek yang ditawarkan berupa penginapan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Calon investor PTPP berasal dari Amerika Serikat (AS).

"Itu kami tawarkan berupa bisa dalam bentuk utang dan investasi, kalau investasi mungkin bisa berupa saham," ucap Lukman di Bali, Selasa (9/10).



Lukman mengaku tak merancang target skema investasi secara khusus. Ia membebaskan kepada calon investor dalam memilih skema pendanaan, mulai dari utang, saham, sampai pembentukan perusahaan patungan.

"Dari delapan paket yang kami tawarkan, tapi yang akan diteken di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya dua, sisanya di luar sama Jokowi mungkin," papar Lukman.

Namun, untuk proyek yang akan diteken bersama investor asal negeri Paman Sam berupa pembagian saham. Lukman menyebut kepemilikan saham PTPP di resort yang berada di Mandalika nantinya hanya 40 persen dan sisanya investor asal AS.


Berdasarkan hitung-hitungan perusahaan, nilai investasi yang ditawarkan oleh PTPP untuk delapan paket proyek tersebut sebesar Rp20 triliun. Sementara itu, dua proyek yang akan ditandatangani bersama investor pada Kamis (11/10) besok sekitar Rp6 triliun.

Secara keseluruhan, pemerintah menawarkan 78 proyek infrastruktur kepada investor yang hadir dalam gelaran IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali. Seluruh proyek itu membutuhkan investasi sebesar US$42,1 miliar.

Beberapa proyek infrastruktur tersebut bergerak di berbagai sektor, seperti transportasi, bandara, telekomunikasi, manufaktur, properti, dan energi. Sementara, beberapa perusahaan BUMN yang membawahi sejumlah proyek itu, antara lain PTPP, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero), dan PT Waskita Karya Tbk (Persero).

(aud/lav)