Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat menjelaskan salah satu proyek yang ditawarkan berupa penginapan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Calon investor PTPP berasal dari Amerika Serikat (AS).
"Itu kami tawarkan berupa bisa dalam bentuk utang dan investasi, kalau investasi mungkin bisa berupa saham," ucap Lukman di Bali, Selasa (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp27 Triliun |
Lukman mengaku tak merancang target skema investasi secara khusus. Ia membebaskan kepada calon investor dalam memilih skema pendanaan, mulai dari utang, saham, sampai pembentukan perusahaan patungan.
"Dari delapan paket yang kami tawarkan, tapi yang akan diteken di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya dua, sisanya di luar sama Jokowi mungkin," papar Lukman.
Lihat juga:Masa Keemasan Emiten Konstruksi Memudar |
Berdasarkan hitung-hitungan perusahaan, nilai investasi yang ditawarkan oleh PTPP untuk delapan paket proyek tersebut sebesar Rp20 triliun. Sementara itu, dua proyek yang akan ditandatangani bersama investor pada Kamis (11/10) besok sekitar Rp6 triliun.
Secara keseluruhan, pemerintah menawarkan 78 proyek infrastruktur kepada investor yang hadir dalam gelaran IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali. Seluruh proyek itu membutuhkan investasi sebesar US$42,1 miliar.
Beberapa proyek infrastruktur tersebut bergerak di berbagai sektor, seperti transportasi, bandara, telekomunikasi, manufaktur, properti, dan energi. Sementara, beberapa perusahaan BUMN yang membawahi sejumlah proyek itu, antara lain PTPP, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero), dan PT Waskita Karya Tbk (Persero).