IMF: Ekonomi 2018 Lebih Baik dari 2008, Tapi Tak Cukup Aman

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 11:22 WIB
IMF: Ekonomi 2018 Lebih Baik dari 2008, Tapi Tak Cukup Aman Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menilai kondisi ekonomi global saat ini masih jauh lebih baik ketimbang 2008 silam, ketika krisis keuangan mengguncang dunia. (AFP PHOTO / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS).
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai kondisi ekonomi global saat ini masih jauh lebih baik ketimbang 2008 silam, ketika krisis keuangan mengguncang dunia.

Kala itu, harga minyak mentah dunia yang meroket menyebabkan dunia terdampak krisis pangan, kredit bank bermasalah, pengangguran tinggi, hingga resesi global. Meski begitu, IMF menilai kondisi ekonomi saat ini belum cukup aman untuk jangka panjang.

Hal ini disampaikan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di salah satu forum diskusi dalam rangkaian acara pertemuan tahunan para negara anggota IMF-World Bank (Annual Meeting IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali.



"Apakah ekonomi saat ini aman? Setelah 10 tahun krisis finansial global, dunia jauh lebih aman karena sudah ada yang dilakukan. Tapi, kita tidak cukup aman," ucap Lagarde di AM IMF-WB 2018, Kamis (11/10).

Menurut Lagarde, kondisi ekonomi saat ini masih belum cukup aman karena ada risiko dari berbagai sisi. Misalnya, secara menyeluruh, tingkat utang global, swasta, dan publik masih cukup tinggi.

Selain itu, muncul beberapa faktor yang menyelimuti pertumbuhan ekonomi global. Salah satunya yang sering dibahas akhir-akhir ini, yaitu hambatan dan perselisihan hubungan perdagangan antar negara.

Menurutnya, kombinasi dari semua hal ini membuat IMF berkesimpulan bahwa ekonomi belum cukup aman. Bahkan, kondisi saat ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini turun dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen.


"Karena perubahan kecil sedikit saja, bisa mengubah outlook ekonomi dan stabilitas ekonomi, khususnya di emerging market," ujarnya.

Untuk itu, Lagarde menekankan perlu ada langkah konkret untuk menjaga kondisi ekonomi di dunia dan masing-masing negara dari berbagai tantangan.

"Rekomendasi kami, jelas mendorong negara-negara di dunia untuk memiliki komunikasi yang tepat terhadap kebijakan domestik dan instrumen yang digunakan di dalam negeri. Begitu juga dengan global," pungkasnya.

(uli/lav)