Jiwasraya Akui Tunda Pembayaran Karena Likuditas Tertekan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 20:06 WIB
Jiwasraya Akui Tunda Pembayaran Karena Likuditas Tertekan Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku manajemen terpaksa menunda pembayaran klaim karena tekanan likuiditas yang dialami perseroan. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Kepatuhan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Muhammad Zamkhani mengakui manajemen terpaksa menunda pembayaran klaim untuk produk asuransi yang dijual melalui bank mitra (bancassurance). Penundaan pembayaran dikarenakan tekanan likuiditas yang dialami perseroan.

"Ya, memang, Jiwasraya saat ini sedang mengalami likuiditas, sehingga terpaksa menunda pembayaran saving plan yang dijual melalui bank mitra," ujar Zamkhani, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).

Tekanan likuiditas, ia melanjutkan, merupakan konsekuensi dari melemahnya kondisi pasar yang mengakibatkan terkendalanya pencairan aset investasi.


Berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audit), jumlah investasinya pada 2017 lalu mencapai Rp42,31 triliun atau naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp34,72 triliun.

Dana investasi itu ditaruh pada sejumlah instrumen, antara lain deposito Rp4,33 triliun, saham Rp6,63 triliun, obligasi korporasi Rp1,80 triliun, surat berharga negara Rp3,09 triliun, reksa dana Rp19,17 triliun,dan tanah dan bangunan Rp6,55 triliun.

Sebelumnya, beredar surat dari Jiwasraya kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk perihal keterlambatan pembayaran. Dalam surat itu Jiwasraya menyampaikan tekanan likuiditas yang dialami perseroan terkait keterlambatan pembayaran nilai tunai jatuh tempo polis JS Proteksi Plan di BTN.


JS Proteksi Plan merupakan produk asuransi jiwa milik Jiwasraya yang dijual melalui kerja sama dengan pihak perbankan. Produk sejenis ini biasa disebut bancassurance. Produk ini biasanya ditawarkan sebagai alternatif investasi nasabah.

Jiwasraya mengaku pemenuhan pendanaan masih dalam proses yang berakibat pada penundaan pembayaran klaim. Sebagai konsekuensi, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto).

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Indra Widjaja per tanggal 10 Oktober 2018.


Salah satu direktur BTN yang menjawab pesan Whats Apps menyatakan bahwa JS Proteksi Plan yang dijualnya merupakan layanan untuk nasabah kaya.

"Itu untuk nasabah wealth management division yang disupervisi pak Budi Satria (direktur BTN). Saya belum ter-update, jadi bisa ke beliau," kata sumber tersebut.


(agi/bir)