Jiwasraya 'Minta' Nasabah Perpanjang Polis Hingga Satu Tahun

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 20:25 WIB
Jiwasraya 'Minta' Nasabah Perpanjang Polis Hingga Satu Tahun Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menawarkan nasabah untuk memperpanjang polisnya selama satu tahun dari tanggal jatuh tempo (roll over). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Kepatuhan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Muhammad Zamkhani menawarkan nasabah bancassurance (produk asuransi jiwa yang dijual lewat bank mitra) untuk memperpanjang polisnya selama satu tahun dari jatuh tempo (roll over).

Tawaran, ia menyebut, diberikan karena perusahaan mengalami tekanan likuiditas yang memaksa manajemen menunda pembayaran klaim asuransi yang dijual lewat bank mitra.

"Kami menawarkan agar pemegang polis melakukan roll over, sehingga jatuh temponya setahun lagi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).


Menurut Zamkhani, perusahaan mengalami tekanan likuiditas karena melemahnya kondisi pasar yang mengakibatkan terkendalanya pencairan aset investasi.

"Tetapi, kalau nasabah tetap akan mencairkan, diberikan bunga harian sejak jatuh tempo sampai dengan nanti saat dibayarkan," imbuh dia.

Sebelumnya, beredar surat dari Jiwasraya kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk perihal keterlambatan pembayaran. Dalam surat itu Jiwasraya menyampaikan tekanan likuiditas yang dialami perseroan terkait keterlambatan pembayaran nilai tunai jatuh tempo polis JS Proteksi Plan di BTN.

JS Proteksi Plan merupakan produk asuransi jiwa milik Jiwasraya yang dijual melalui kerja sama dengan pihak perbankan. Produk sejenis ini biasa disebut bancassurance. Produk ini biasanya ditawarkan sebagai alternatif investasi nasabah.


Jiwasraya mengaku pemenuhan pendanaan masih dalam proses yang berakibat pada penundaan pembayaran klaim. Sebagai konsekuensi, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto).

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Indra Widjaja per tanggal 10 Oktober 2018.

"Kami sebagai perusahaan BUMN bersama pemegang saham sedang mengupayakan pendanaan untuk dapat memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis. Namun, karena pemenuhan pendanaan tersebut masih dalam proses, maka mengakibatkan pembayaran klaim mengalami penundaan dan atas hal tersebut kami mohon maaf," demikian bunyi surat tersebut.


(agi/bir)