Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Rp802 Miliar

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 21:02 WIB
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Rp802 Miliar Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku menunda pembayaran klaim sebesar Rp802 miliar untuk produk asuransi yang dijual lewat bank mitra. (Detikcom/Ari Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku terpaksa menunda pembayaran klaimnya untuk nasabah produk asuransi yang dijual lewat bank mitra (bancassurance). Total klaim yang terpaksa ditunda tersebut mencapai Rp802 miliar.

"Yang mengalami penundaan hanya yang saving plan yang dijual melalui bank mitra. Total klaim yang tertunda sampai 10 Oktober 2018 sebesar Rp802 miliar," ujar Direktur Kepatuhan Jiwasraya Muhammad Zamkhani kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan penundaan terpaksa dilakukan karena perusahaan sedang mengalami tekanan likuiditas, sehingga terpaksa menunda pembayaran klaim asuransi yang dijual melalui bank mitra.


"Dengan melemahnya kondisi pasar, mengakibatkan terkendalanya pencairan aset investasi," imbuh dia.

Kendati demikian, manajemen mengaku menawarkan pemegang polis untuk melakukan perpanjangan jatuh tempo (roll over) hingga satu tahun ke depan.

Dalam surat yang beredar, Jiwasraya mengaku pemenuhan pendanaan masih dalam proses yang berakibat pada penundaan pembayaran klaim. Sebagai konsekuensi, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto).


Surat itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Indra Widjaja per tanggal 10 Oktober 2018.

"Kami sebagai perusahaan BUMN bersama pemegang saham sedang mengupayakan pendanaan untuk dapat memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis. Namun, karena pemenuhan pendanaan tersebut masih dalam proses, maka mengakibatkan pembayaran klaim mengalami penundaan dan atas hal tersebut kami mohon maaf," demikian bunyi surat tersebut.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku melakukan audit investigasi terhadap kasus penundaan pembayaran klaim Jiwasraya. Audit investigasi dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Kami melakukan investigasi audit kepada Jiwasraya, terus terang saja. Kami bicara dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait investigasi. Investigasi audit kami harapkan selesai pekan depan," ujarnya di Bali, Kamis (11/10).

Audit investigasi, lanjut Rini, dilakukan untuk melihat basis data nasabah perusahaan asuransi jiwa milik negara tersebut.


(agi/bir)