Transaksi di Indonesia Pavilion Capai Rp423 Juta

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 20:52 WIB
Transaksi di Indonesia Pavilion Capai Rp423 Juta Jelang berakhirnya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Indonesia Pavilion tercatat mencetak transaksi sebesar Rp423 juta. (Dok. BNI).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang berakhirnya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Indonesia Pavilion tercatat mencetak transaksi sebesar Rp423 juta. Pencapaian itu masih jauh dari nilai seluruh barang yang dipamerkan di Indonesia Pavilion yang mencapai Rp8 miliar.

Meski demikian, Koordinator Pameran dan Perdagangan Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia Pavilion Indyruwani Asikin Natanegara mengatakan nilai barang barang di Indonesia Pavilion yang sebesar Rp8 miliar itu bukan menjadi target penjualan tim.

"Tapi untuk transaksi semakin ke sini semakin meningkat, karena pas awal-awal kan masih sepi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/10).


Berdasarkan catatannya, jumlah transaksi pada Kamis (11/10) baru sebesar Rp146 juta dari total 500 barang yang terjual. Sementara, saat ini barang yang terjual sudah mencapai ribuan.

"Jadi kan kami ada dua gudang, satu di Denpasar dan satunya lagi di kawasan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) di Nusa Dua. Nah, sekarang semua sudah di ITDC," papar Indyruwani.

Sebelumnya, sejumlah barang yang dinilai premium ditempatkan di gudang ITDC dan barang dengan kualitas menengah sengaja ditempatkan di Denpasar. Hal ini agar panitia bisa mengambil barang dengan mudah.

"Karena ini kan dua hari sekali barangnya diganti, karena ratusan UMKM yang ikut," terang dia.


Terkait barang yang banyak terjual, kata Indyruwani, masih seputar pakaian siap pakai (ready to wear), kain, dan perabotan rumah. Harganya bermula dari Rp250 ribu sampai Rp25 juta.

Ia menambahkan meski nilai penjualan yang terkumpul belum sampai setengah dari total nilai barang yang dijual, tetapi Indyruwani optimistis mayoritas barang akan terjual.

Sebab, Indonesia Pavilion akan diperpanjang dan masih dibuka untuk umum usai IMF-WB selesai hari ini.

"Kan masih ada besok sampai 17 Oktober 2018 yang dibuka untuk publik, barang-barangnya juga masih ada di gudang dan pengunjung semakin banyak," pungkas Indyruwani.


(aud/bir)