Sears, Perusahaan Ritel Tertua di AS Pailit

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 17:05 WIB
Sears, Perusahaan Ritel Tertua di AS Pailit Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sears, perusahaan jaringan ritel tertua di Amerika Serikat (AS), tak kuat mengikuti perkembangan zaman, hingga akhirnya memutuskan untuk mengajukan pailit.

Perusahaan yang telah berdiri selama 132 tahun itu telah berjuang selama beberapa tahun dan terjerat dalam utang. Momentum terparah adalah ketidakmampuan perusahaan membayar utang senilai US$134 juta.

Perusahaan induk Sears, yang menjadi pemilik Sears dan Kmart, menyatakan kebangkrutan di era ritel berteknologi canggih Amazon. Pengajuan pailit di Federal Bankruptcy Court di New York terjadi pada tengah malam Senin (15/10), waktu AS.


Dalam pernyataan tertulis, perusahaan tetap ingin berada dalam bisnis ritel, dan membuka sejumlah gerai yang memberi keuntungan, bersama dengan situs belanja online Sears dan Kmart. Namun, perusahaan mencari pembeli untuk sejumlah toko yang tersisa.


Bulan depan, Sears berencana menutup 46 gerainya, dan kembali menutup 142 toko lain menjelang akhir tahun ini.

Isu Keuangan Sears dalam Beberapa Dekade

Sears kehilangan pelanggan selama beberapa dekade terakhir, karena munculnya sejumlah pesaing berupa toko daring, termasuk Walmart dan Home Depot, mengalahkan Sears melalui kompetisi harga dan kenyamanan.

Di samping itu, kinerja Sears lebih banyak disebabkan persoalan internal perusahaan. Manajemen Sears mencoba bersaing dengan menutup toko dan memangkan biaya, termasuk memangkas pengeluaran iklan. Pada akhirnya, perusahaan gagal berinvestasi dalam hal pemeliharaan dan modernisasi gerai.


Sears mengalami kerugian hingga miliaran dolar AS, bersamaan dengan utang yang menumpuk dan cadangan kas yang terus tergerus. Sears menjual banyak aset yang paling berharga, termasuk jejak aset properti yang sangat besar, untuk meningkatkan modal demi mempertahankan operasional perusahaan.

Perusahaan melepas sejumlah merek yang telah dikelolanya, antara lain Lands End, Craftsman, merek peralatan Kenmore.

Sears telah berjuang untuk bertahan hidup selama bertahun-tahun. Pada 2010, perusahaan merugi US$11,7 miliar, dengan penjualan yang anjlok hingga 60 persen saat itu. Tercatat, lebih dari 2.600 toko telah ditutup selama 13 tahun terakhir.


Pernah Jadi yang Terbesar di AS

Sears pernah menjadi perusahaan ritel terbesar di Negeri Paman Sam. Pada masa kejayaannya, Sears adalah Walmart dan Amazon di era saat itu.

Dibentuk pada 1886 oleh agen stasiun kereta api Richard Sears, perusahaan mulanya bergerak di bisnis jam tangan bisnis di North Redwood, Minnesota. Kemudian, Sears pindah ke Chicago pada 1887, dan mengajak pembuat jam Alvah Roebuck menjadi rekannya. Pada 1896, Katalog Sears Roebuck menjadi yang pertama menjual jam tangan dan perhiasan.

Katalog Sears adalah cara banyak warga Amerika mulai membeli barang-barang yang diproduksi secara massal. Itu adalah perubahan besar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan untuk memenuhi kebutuhan orang lain, sekaligus keluarganya.

Pada tahun 1999, posisi Sears digantikan oleh Home Depot di bursa saham Dow Jones. Sears dan Kmart akhirnya bergabung untuk membentuk Sears Holdings pada 2005.

Saat itu, Eddie Lampert, Chairman sekaligus pemegang saham terbesar Sears menyerahkan jabatan CEO-nya sebagai bagian dari persyaratan penjualan saham. Alhasil, Perusahaan dijalankan oleh tiga pucuk pimpinan sekaligus.


Saat itu, mereka memiliki 3.500 toko AS. Namun kini hanya tersisa kurang dari 900 gerai.

Pada Juli 2018, Sears menutup toko terakhir di Chicago, kota didirikannya perusahaan tersebut. Pada Agustus perusahaan mengumumkan penutupan 46 toko lainnya. Perusahaan memiliki 89 ribu karyawan per Februari 2018. Angka itu menurun dari 317 ribu pekerja AS pada awal 2006, segera setelah penggabungan usaha. (lav/bir)