Denny Indrayana Pastikan Pembangunan Meikarta Tak Terganggu

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 17:21 WIB
Denny Indrayana Pastikan Pembangunan Meikarta Tak Terganggu Kuasa Hukum PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pengembang proyek Meikarta Denny Indrayana. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa Hukum PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pengembang proyek Meikarta Denny Indrayana menegaskan pembangunan proyek hunian skala besar tersebut tak akan terganggu oleh kasus dugaan suap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang tengah berjalan.

Dalam kasus dugaan suap tersebut, KPK turut menetapkan empat orang dari Lippo Group, induk usaha MSU. Mereka adalah Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryudi (Konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (Konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (Pegawai Lippo Group).

Denny menjelaskan proses hukum yang saat ini berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan hal yang terpisah dan berbeda dengan pembangunan Meikarta. Untuk itu, menurut dia, pembangun proyek tersebut masih dan akan terus berjalan.



"Kami dapat meneruskan pembangunan yang telah dan masih berjalan, sesuai dengan komitmen kami kepada pembeli," ujar Denny dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com, Kamis (18/10).

Ia pun menekankan pihaknya tetap akan bertanggung jawab dan berusaha memenuhi kewajiban perusahaan lainnya yang berkaitan dengan Meikarta.

"Kami juga akan tetap menghormati dan terus bekerja sama dengan KPK untuk menuntaskan proses hukum yang masih berlangsung," terang dia.


Sebelumnya, KPK juga telah menggeldah rumah CEO Lippo Group James Riady terkait penyidikan kasus suap tersebut. Penggeledahan rumah James dilakukan sejak semalam hingga pagi ini, Kamis (18/10).

Selain itu, tim penyidik KPK juga melakukan menggeleda apartemen Trivium Terrace. Dari penggeledahan itu, sejumlah dokumen terkait perizinan pembangunan Meikarta oleh Lippo Group ke Pemkab Bekasi, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer.

Akibat dugaan suap tersebut, saham perusahaan di bawah bendera Lippo Group sempat anjlok. Sepanjang Selasa (16/10), saham PT Siloam International Hospitals Tbk menyusut 4,76 persen, saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merosot hingga 2,37 persen, dan saham PT Lippo Securities Tbk (LPPS) melemah 4,04 persen.
(aud/agi)