Pelemahan Rupiah Akan 'Gerogoti' Sektor Farmasi dan Mamin

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 14:45 WIB
Pelemahan Rupiah Akan 'Gerogoti' Sektor Farmasi dan Mamin Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga independen PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai pelemahan rupiah lambat laun akan menggerogoti kinerja sejumlah perusahaan, terutama yang mengeluarkan biaya berbentuk valuta asing, namun beromzet rupiah.

Senior Vice President, Head of Financial Ratings Division Pefindo Hendro Utomo menyebutkan beberapa karakteristik perusahaan yang akan terpengaruh depresiasi rupiah.

Pertama, perusahaan yang mengimpor sebagian besar bahan baku, namun pendapatannya dari pasar lokal.


"Contohnya, sektor farmasi, sektor makanan, dan minuman, serta sektor yang menggunakan bahan baku dari plastik," ujarnya, Rabu (17/10).


Kedua, perusahaan yang mengimpor barang modal dan barang dagang, namun pendapatannya dalam rupiah. Industri yang termasuk dalam karakteristik itu antara lain, sektor ritel barang impor, sektor perdagangan, distribusi handphone, sektor konstruksi, dan sektor ketenagalistrikan.

Ketiga, perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing dan tidak ada lindung nilai, sedangkan pendapatan sebagian besar dalam rupiah.

Pasalnya, pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai utang dan bunga, terutama bagi perusahaan yang berutang dalam valuta asing. Risiko gagal barang juga akan meningkat bila utang yang akan jatuh tempo belum dilindung nilai.


Intinya, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menurunkan marjin laba. Di sisi lain, keputusan menaikkan harga jual perlu mempertimbangkan kondisi pasar, terutama persaingan dan daya beli masyarakat. (mjs/lav)