Senior Vice President, Head of Financial Ratings Division Pefindo Hendro Utomo menyebutkan beberapa karakteristik perusahaan yang akan terpengaruh depresiasi rupiah.
Pertama, perusahaan yang mengimpor sebagian besar bahan baku, namun pendapatannya dari pasar lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, perusahaan yang mengimpor barang modal dan barang dagang, namun pendapatannya dalam rupiah. Industri yang termasuk dalam karakteristik itu antara lain, sektor ritel barang impor, sektor perdagangan, distribusi handphone, sektor konstruksi, dan sektor ketenagalistrikan.
Pasalnya, pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai utang dan bunga, terutama bagi perusahaan yang berutang dalam valuta asing. Risiko gagal barang juga akan meningkat bila utang yang akan jatuh tempo belum dilindung nilai.
Intinya, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menurunkan marjin laba. Di sisi lain, keputusan menaikkan harga jual perlu mempertimbangkan kondisi pasar, terutama persaingan dan daya beli masyarakat. (mjs/lav)