Tak Terpengaruh Sentimen Bunga Acuan BI, Rupiah Melemah Tipis

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 16:45 WIB
Tak Terpengaruh Sentimen Bunga Acuan BI, Rupiah Melemah Tipis Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.192 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, melemah tipis 4 poin atau 0,03 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.192 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Selasa (23/10). Posisi ini melemah tipis 4 poin atau 0,03 persen dari kemarin sore, Rp15.188 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.208 per dolar AS atau melemah dari kemarin di Rp15.192 per dolar AS.

Meski melemah, kurs rupiah rupanya bukan yang terburuk di kawasan Asia. Mayoritas mata uang Asia memang bersandar di zona merah, seperti Won Korea Selatan yang melemah hingga 0,78 persen.



Baht Thailand minus 0,14 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, peso Filipina minus 0,06 persen, dan rupee India minus 0,01 persen. Namun, dolar Hong Kong stagnan. Sedangkan dolar Singapura menguat 0,11 prsen, renminbi China 0,15 persen, dan yen Jepang 0,59 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, beberapa diantaranya menguat, seperti poundsterling Inggris menguat 0,22 persen, franc Swiss 0,16 persen, dan euro Eropa 0,05 persen.

Namun, sebagian lainnya melemah, seperti rubel Rusia minus 0,17 persen, dolar Kanada minus 0,03 peren, dan dolar Australia minus 0,02 persen.


Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi menilai rupiah memang melemah tipis pada hari ini. Namun, menurutnya, pelemahan ini masih cukup stabil karena pasar justru tengah minim sentimen.

"Saham global sebenarnya sedang melemah cukup tajam dan harga emas dunia juga naik. Biasanya ini suka jadi sentimen pelemahan rupiah, tapi hari ini ternyata masih cukup stabil," ucap Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/10).

Meski begitu, menurutnya, memang pernyataan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tak memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah. Hal ini lantaran bank sentral nasional kembali menahan tingkat suku bunga acuannya di level 5,75 persen.


"Dengan BI mempertahankan tingkat bunga acuannya, berarti belum ada perubahan kebijakan. Artinya, tidak ada katalis atau sentimen positif yang baru juga untuk rupiah," jelasnya.

Untuk esok hari, Dini memperkirakan rupiah masih akan bergerak di rentang yang sama seperti awal pekan, yaitu di kisaran Rp15.100-15.240 per dolar AS. (uli/lav)