Direktur Utama BTN Maryono mengatakan perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 15,29 persen dari Rp6,54 triliun menjadi Rp7,54 triliun. "Pendapatan bunga terjaga karena pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen," ucap Maryono di Menara BTN, Kamis (25/10).
Maryono merinci penyaluran kredit meningkat dari Rp184,5 triliun menjadi Rp220,7 triliun. Kontribusi penyaluran kredit sekitar 54,35 persen berasal dari bisnis inti perbankan, yaitu ke segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencapai Rp163,61 triliun atau tumbuh 21,81 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dari KPR, penyaluran kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga berasal dari penyaluran ke sektor konstruksi. Tercatat, penyaluran ke sektor ini meningkat 17,41 persen dari Rp24,23 triliun menjadi Rp28,45 triliun.
Tak hanya mampu mendorong penyaluran kredit, BTN juga mampu memperbaiki kualitasnya. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross.
Sampai kuartal III kemarin NPL gross mereka mengecil dari 3,07 persen pada kuartal III 2017 menjadi menjadi 2,65 persen. Sementara aset BTN naik 17,41 persen dari Rp231,93 triliun menjadi Rp272,3 triliun.
Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 16,06 persen menjadi Rp195,04 triliun. "Pertumbuhan DPK ini di atas rata-rata pertumbuhan industri. Data OJK menyebut DPK perbankan nasional hanya tumbuh 6,88 persen," pungkasnya.