Laba BTN Kuartal III 2018 Naik Jadi Rp2,23 Triliun

CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 14:28 WIB
Laba BTN Kuartal III 2018 Naik Jadi Rp2,23 Triliun Direktur Utama BTN Maryono menyatakan sampai kuartal III kemarin PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp2,23 triliun, tumbuh 11,51 persen dibanding kuartal III 2017. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,23 triliun pada kuartal III 2018. Laba tersebut tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding kuartal III 2017 yang hanya Rp2 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 15,29 persen dari Rp6,54 triliun menjadi Rp7,54 triliun. "Pendapatan bunga terjaga karena pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen," ucap Maryono di Menara BTN, Kamis (25/10).

Maryono merinci penyaluran kredit meningkat dari Rp184,5 triliun menjadi Rp220,7 triliun. Kontribusi penyaluran kredit sekitar 54,35 persen berasal dari bisnis inti perbankan, yaitu ke segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencapai Rp163,61 triliun atau tumbuh 21,81 persen.
Penyaluran KPR tersebut berasal dari KPR subsidi yang mencapai Rp88,92 triliun atau meroket 30,11 persen dari Rp68,34 triliun. Lalu, KPR non subsidi mencapai Rp74,69 triliun atau tumbuh 13,22 persen dari Rp65,97 triliun.


"Meski KPR subsidi tumbuh paling tinggi, namun KPR non subsidi kami tetap berhasil tumbuh. Artinya, meski rata-rata KPR non subsidi di industri turun, tapi kami masih ada peningkatan," katanya.

Selain dari KPR, penyaluran kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga berasal dari penyaluran ke sektor konstruksi. Tercatat, penyaluran ke sektor ini meningkat 17,41 persen dari Rp24,23 triliun menjadi Rp28,45 triliun.

Maryono bilang pertumbuhan kredit ini tak lepas dari keikutsertaan bank sebagai penyalur kredit bagi program satu juta rumah dari pemerintah. Sampai kuartal III 2018, BTN telah mengucurkan kredit Rp54,93 triliun atau setara 574.444 unit rumah untuk program ini.
Dari penyaluran kredit itu, sekitar 71 persen berupa KPR subsidi. Sisanya, kredit KPR non subsidi. Selain KPR dan konstruksi, kucuran kredit bank untuk segmen non perumahan tumbuh 13,5 persen menjadi Rp17,33 triliun. "Kontribusi terbesar adalah kredit komersil sebesar Rp15,05 triliun, sedangkan kredit konsumer Rp4,6 triliun," terangnya.

Tak hanya mampu mendorong penyaluran kredit, BTN juga mampu memperbaiki kualitasnya. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross.

Sampai kuartal III kemarin NPL gross mereka mengecil dari 3,07 persen pada kuartal III 2017 menjadi menjadi 2,65 persen. Sementara aset BTN naik 17,41 persen dari Rp231,93 triliun menjadi Rp272,3 triliun.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 16,06 persen menjadi Rp195,04 triliun. "Pertumbuhan DPK ini di atas rata-rata pertumbuhan industri. Data OJK menyebut DPK perbankan nasional hanya tumbuh 6,88 persen," pungkasnya.
(uli)