BPS Sebut Luas Lahan Pertanian Kian Menurun

CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 17:06 WIB
BPS Sebut Luas Lahan Pertanian Kian Menurun Ilustrasi lahan pertanian. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut luas lahan baku sawah terus menurun. Catatan mereka pada 2018 ini, luas lahan tinggal 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare.

Angka luas lahan tersebut diperoleh dengan metodologi Kerangka Sampel Area (KSA) menggunakan data hasil citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan luas lahan tersebut dipicu oleh gencarnya alih fungsi.

"Pasti konversi lahan sawah juga mempengaruhi luasan lahan baku sawah saat ini yang 7,1 juta hektare," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/10).


Suhariyanto mengatakan pemerintah perlu segera mengatasi alih fungsi lahan tersebut. BPS khawatir pembiaran nantinya akan berdampak pada penurunan produksi beras dalam negeri.

Suhariyanto mengatakan ada satu cara yang bisa diberikan agar alih fungsi lahan pertanian bisa disetop. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan memberikan insentif kepada petani yang tidak mengalihfungsikan lahan pertanian mereka.
"Buat kebijakan yang membatasi atau supaya lahan sawah tidak menyusut lagi misalnya ada luas lahan abadi. Petani jangan sampai mengkonversi sawahnya. Mungkin perlu insentif di sana," ujar katanya di Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Kamis (25/10).

Selain mencegah alih fungsi lahan, Suhariyanto mengatakan pemerintah juga perlu melakukan langkah konkrit agar produksi beras dalam negeri bisa digenjot. Ia meminta pemerintah bekerja keras dalam meningkatkan produktivitas petani.

Ia mengatakan pemerintah perlu mendorong kegiatan pertanian yang lebih produktif. "Gunakan bibit yang baik, salurkan pupuk tepat pada waktunya, kontrol harga. Kalau itu dilakukan, produktivitas dan produksi bisa meningkat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah tengah menyusun beleid agar lahan sawah tak mudah dikonversi untuk aktivitas lain. Selama ini, banyak pemilik sawah yang menjual lahannya untuk kegunaan lain seperti industri, jalan tol, hingga properti.

Terlebih, lahan yang dijual itu dihargai lebih tinggi dibandingkan penghasilan dari kegiatan bertani. "Jadi, memang ada kebijakan seperti itu (untuk menghentikan konversi sawah) karena bedanya antara panen yang dihasilkan dengan harga jualnya berbeda jauh sekali," ujar Darmin.
(sfr)