Kementan Klaim Produksi Pakan Ternak Naik, Permintaan Turun

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 09:56 WIB
Kementan Klaim Produksi Pakan Ternak Naik, Permintaan Turun Ilustrasi jagung. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian mengklaim produksi pakan ternak meningkat tahun ini. Namun, permintaan terhadap jagung, salah satu bahan pakan ternak, justru menurun.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Sri Widayanti menyebut produksi pakan ternak tahun ini diperkirakan mencapai 19,4 juta ton atau meningkat 6,59 persen jika dibandingkan produksi tahun lalu, yaitu 18,2 juta ton.

Namun, ia melanjutkan kebutuhan jagung malah susut 16,67 persen dari 9,36 juta ton pada tahun lalu menjadi 7,8 juta ton pada tahun ini.

Kementan Klaim Produksi Pakan Ternak Naik, Permintaan TurunData produksi dan konsumsi jagung 2018 Kementerian Pertanian. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengatakan hanya 40 persen dari produksi jagung domestik tahun ini yang digunakan untuk pakan ternak. Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 50 persen.

Data yang dikantonginya menyebut produksi jagung sampai akhir tahun ini diperkirakan mencapai 30,04 juta ton. Namun, hanya 7,76 juta ton saja yang akan masuk ke industri pakan ternak. Sedangkan, 2,52 juta ton jagung digunakan langsung oleh peternak lokal.

Tahun lalu, produksi jagung yang masuk ke industri pakan ternak mencapai 9,35 juta ton dan 3,6 juta ton lainnya digunakan langsung oleh peternak lokal.

Namun, Gatot enggan menjelaskan situasi yang dinilai sebagian kalangan cukup kontras itu. "Kebutuhan jagung untuk pakan ternak dan pakan lokal 2017 memang lebih besar dari 2018," ujarnya, Rabu (24/10).


Hal berbeda disampaikan Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Darmawan. Menurut dia, harga pakan untuk ternak ayam melambung tinggi. Ia menduga harga melonjak karena kenaikan harga jagung.

Kenaikan harga jagung, menurutnya karena kelangkaan pasokan. Padahal, jagung merupakan komposisi terbesar dalam pakan ternak. Kondisi itu terjadi selama dua bulan terakhir.

"Peternak kembang kempis. Bukan lagi penurunan marjin, tapi sudah rugi. Berapa pun harga (jagung), dibeli oleh peternak. Karena kalau mengurangi jagung, kualitas pakan jelek," imbuh dia.


(ulf)