FOTO: Jerit Peternak Karena Harga Jagung Melambung

Antara Foto, CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 16:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Peternak dan produsen pakan yang tergabung dalam Pinsar dan Gopan menjerit karena harga jagung melambung.

Produksi dan konsumsi jagung nasional diklaim surplus. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi jagung nasional diproyeksi mencapai 30,43 juta sampai akhir tahun nanti. Sementara, konsumsinya hanya sebanyak 15,56 juta ton. (ANTARA FOTO/Jojon).
Namun, catatan surplus jagung versi Kementan berbeda jauh dengan kondisi di lapangan. Di Blitar, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, peternak dan pengusaha pakan berteriak harga jagung mahal dan pasokannya langka. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Berdasarkan catatan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), harga jagung per Oktober 2018 mencapai Rp5.000 - Rp5.200 per kilogra, (kg) di pasaran. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Harga jagung di pasaran diklaim berkisar Rp5.000 - Rp5.200 per kg di pasaran. Harga ini terpaut jauh dari harga acuan di tingkat konsumen untuk pembelian dan penjualan yang sebesar Rp4.000 per kg. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Ketua Pinsar Parjuni mengatakan usaha ternaknya tercekik kenaikan harga pakan. Ia menduga kenaikan harga pakan didorong oleh kenaikan harga jagung. Disebutkan bahwa 50 persen dari komposisi pakan ternak berasal dari jagung. Itu berarti, kenaikan harga jagung mendorong kenaikan harga pakan. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Sri Widayanti menuturkan bahwa produk pakan ternak tahun ini diperkirakan mencapai 19,4 juta ton atau meningkat 6,59 persen dibanding produksi tahun lalu. Namun, khusus jagung, permintaannya menurut jadi 7,8 juta pada tahun ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto menyebut kebutuhan jagung untuk pakan ternak dan pakan lokal tahun lalu lebih besar daripada tahun ini. Hal itu dikarenakan penurunan komposisi penggunaan jagung untuk pakan dari 50 persen menjadi 40 persen. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Parjuni dari Pinsar mempertanyakan klaim surplus jagung versi Kementan. Menurut dia, lazimnya harga turun jika surplus jagung benar-benar terjadi. Ia menduga ada perbedaan data di lapangan dengan data milik Kementan. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).
Parjuni merinci setiap harinya, kebutuhan jagung di Jawa Tengah bagi peternak dan produsen pakan mencapai 3.000 - 3.250 ton. Dari jumlah itu, produsen pakan ternak mendominasi kebutuhan sekitar 70 persen. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).