Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan pada kuartal III lalu, pihaknya juga berhasil mencatatkan pertumbuhan aset yang cukup kinclong. Aset perusahaan naik 21,5 persen secara tahunan mencapai Rp38,9 triliun.
DI samping itu, perseroan juga tercatat menyalurkan pertumbuhan pembiayaan mencapai 19,3 persen secara tahunan menjadi Rp26,9 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Firman, selain konsumer, pembiayaan juga digelontorkan untuk segmen komersial sebesar Rp6,1 triliun atau 22,5 persen, segmen usaha kecil dan menengah sebesar Rp5,8 triliun atau 21,5 persen, segmen mikro Rp1 triliun dan Hasanah Card Rp394 miliar.
"Pencapaian kinerja perusahaan yang positif ditunjang oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, ekspansi dana murah serta efisiensi operasional sehingga menghasilkan profitabilitas yang optimal. Alhamdulillah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri," katanya.