Per 1 Desember, Bogor Larang Penggunaan Plastik di Mal

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 09:35 WIB
Per 1 Desember, Bogor Larang Penggunaan Plastik di Mal Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan larangan penggunaan kantong plastik dalam pelayanan konsumen di setiap toko modern dan pusat perbelanjaan (ritel) di wilayah mereka. Langkah tersebut dilakukan demi mengatasi sampah plastik.

Penerapan larangan rencananya mulai dilaksanakan 1 Desember 2018. Walikota Bogor Bima Arya mengatakan larangan tersebut sudah disosialisasikan ke masyarakat.

Sosialisasi tersebut menyasar komunitas, sekolah-sekolah, organisasi masyarakat, ibu-ibu pengajian, dan tentu saja peritel. "Sosialisasi dilakukan seminggu beberapa kali dalam dua atau tiga bulan terakhir," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (31/10).



Arya mengatakan tidak mudah menjalankan larangan tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya dihadapkan pada tantangan atas opsi pengganti kantong plastik.

Pemerintah Kota Bogor sebenarnya sudah memiliki beberapa opsi. Tapi, opsi pengganti plastik tersebut ia rasa masih terlalu mahal. 

Inisiatif daerah soal larangan penggunaan kantong plastik sebelumnya juga telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Banjarmasin dan Balikpapan. Selain Kota Bogor, akan ada Kota Denpasar yang juga mulai melarang penggunaan kantong plastik pada 1 Januari 2019.


Berdasarkan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, maka seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan di Denpasar dilarang menyediakan kantong plastik.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengatakan pemerintah pusat mendukung inisiatif-inisiatif baik di daerah dalam upaya mengendalikan sampah plastik, salah satunya dengan melarang penggunaan kantong plastik tersebut.

Salah satu yang disiapkan, menurut dia, pemberian insentif bagi daerah dengan kebijakan yang mampu menekan sampah plastik terutama kantong-kantong sekali pakai.

Keberadaan sampah plastik di Indonesia saat ini sudah mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan sampah plastik di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia. 


(Antara)